Direksi vs. Komisaris: Siapakah Pemilik Akuntabilitas Risiko Tertinggi?
Penulis: Ray Antonio
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), perusahaan di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Direksi dan Dewan Komisaris. Berdasarkan ketentuan ini, maka perusahaan di Indonesia menganut two-tier board system dalam pengelolaan perusahaannya. (more…)
Penilaian Risiko – In General
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Penilaian Risiko
Proses manajemen risiko mengacu pada standar ISO 31000 : 2018, dapat dikelompokkan menjadi tahap penetapan : (1) lingkup, konteks, dan kriteria, (2) (more…)
Ruang Lingkup, Konteks, Kriteria Manajemen Risiko – Kriteria Risiko
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Kriteria Risiko
Pentingnya Menetapkan Kriteria Risiko
Penetapan kriteria risiko merupakan tahapan yang harus dilakukan setelah penetapan ruang lingkup dan konteks dalam proses manajemen risiko. (more…)
Ruang Lingkup, Konteks, Kriteria Manajemen Risiko – Konteks Risiko
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Konteks Risiko
Pentingnya Penetapan Konteks Risiko
Pada artikel sebelumnya sudah diuraikan bahwa salah satu elemen manajemen risiko yaitu proses (process). (more…)
Ruang Lingkup, Konteks, Kriteria Manajemen Risiko – Ruang Lingkup Risiko
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Ruang Lingkup Manajemen Risiko
Proses Manajemen Risiko
Penerapan manajemen risiko menurut ISO 31000:2018 terdiri dari tiga elemen yaitu prinsip (principle), kerangka kerja (framework) dan proses (process). (more…)
INTEGRASI – Kerangka Kerja No 1 Pilar Dasar Manajemen Risiko SNI ISO 31000
Penulis: Dr Ir Budi Purwanto ME, QCRO
Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan, Departemen Manajemen FEM IPB; anggota Tim MR IPB
Artikel IRMAPA pada 3 Oktober 2019, telah membahas konsep TERINTEGRASI sebagai prinsip pertama manajemen risiko (https://irmapa.org/prinsip-01-manajemen-risiko-sni-iso-31000-terintegrasi/). (more…)
Kerangka Kerja Manajemen Risiko – Kepemimpinan
Penulis: Anita Primaswari Widhiani, SP MSi QCRO
Staf Pendidik Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor, anggota IRMAPA
Tim Manajemen Risiko Institut Pertanian Bogor
Hai sobat IRMAPA, kali ini kita akan membahas salah satu kerangka kerja manajemen risiko yaitu kepemimpinan dan komitmen pada bagian kepemimpinan/leadership.Mengapa kita perlu kepemimpinan dalam manajemen risiko? (more…)
Perbaikan yang Berkelanjutan dalam Manajemen Risiko
Penulis: Dr. Heti Mulyati, MT, QRGP
Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University
Anggota tim Manajemen Risiko, IPB University
E-mail: [email protected]
Lingkungan yang Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambiguous (VUCA) tidak bisa dihindari oleh setiap organisasi saat ini. “Fast-Changing World” dengan berbagai risiko, perlu disikapi dengan pengelolaan organisasi yang sistemik dan komprehensif. Salah satunya melalui manajemen risiko. (more…)
Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Penulis: Dr. Siti Jahroh, QCRO
Dosen Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB)
Anggota Tim Manajemen Risiko IPB
Penasaran dengan arti kata “kerangka kerja” atau “framework”, maka saya berselancar di internet dan mendapatkan arti kata framework sebagai “a supporting structure around which something can be built” dari Cambridge Dictionary. Jika diterjemahkan secara harfiah berarti “struktur pendukung dimana sesuatu dapat dibangun”. (more…)
PENGELOLAAN RISIKO REPUTASI PERGURUAN TINGGI
Penulis: Prof. D. S. Priyarsono, Ph.D, CERG
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor
It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it.
If you think about that, you will do things differently.
Warren Buffett
Kutipan dari pernyataan Warren Buffett yang populer itu tidak hanya berlaku untuk perusahaan, namun juga untuk semua jenis organisasi, termasuk institusi seperti perguruan tinggi, bahkan untuk setiap orang. (more…)