Penulis: Anita Primaswari Widhiani, SP MSi QCRO
Staf Pendidik Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor, anggota IRMAPA
Tim Manajemen Risiko Institut Pertanian Bogor

Hai sobat IRMAPA, kali ini kita akan membahas salah satu kerangka kerja manajemen risiko yaitu kepemimpinan dan komitmen pada bagian kepemimpinan/leadership.Mengapa kita perlu kepemimpinan dalam manajemen risiko?

Organisasi menghadapi banyak tantangan dalam mencapai tujuannya dan memenuhi perannya dalam masyarakat dan pengembangan ekonomi. Dengan revolusi teknologi informasi dan komunikasi, munculnya ekonomi pengetahuan/knowledge economy, ketidakstabilan ekonomi dan disrupsi maka akan muncul risiko yang sebelumnya tidak terduga. Kapal organisasi membutuhkan nahkoda yang piawai untuk mengarungi lautan baru ini dengan segala risikonya.

Supaya siap akan segala risiko, maka organisasi perlu mengembangkan budaya sadar risiko, dimana kepemimpinan yang kuat menjadi penting. Banyak organisasi menyatakan memasukkan manajemen risiko dalam menjalankan organisasinya, tetapi janganlah hal ini menjadi sekedar peryataan. Kita perlu mengintegrasikan manajemen risiko dalam tata kelola organisasi, kegiatan organisasi dan proses pengambilan keputusan. Karena itu, dukungan pimpinan puncak sangat penting1. Dalam kerangka kerja manajemen risiko, kepemimpinan dan komitmen adalah punca, dimana tanpa kepemimpinan dan komitmen kerangka kerja yang lain menjadi sulit untuk dijalankan. Hubungan ini digambarkan dengan sangat baik dalam ISO 31000:2018.

Gambar 1 Kerangka Kerja Manajemen Risiko

(Sumber: ISO 31000:2018)2

Kerangka kerja manajemen risiko merupakan turunan dari tata kelola manajemen risiko, menunjukkan bagaimana manajemen risiko dilaksanakan, yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2 Tata Kelola Organisasi, Manajemen Risiko dan Budaya

 

Faktor kepemimpinan dalam kerangka kerja manajemen risiko

Kepemimpinan perlu dijabarkan dalam kerangka kerja dengan faktor yang dapat memperkuat penerapan manajemen risiko dalam organisasi. Faktor tersebut adalah:

  1. Manajemen risiko menjadi bagian dalam strategi organisasi

Organisasi yang berjalan dalam kerangka manajemen risiko tidak takut untuk mengoptimalkan risiko untuk mencapai tujuannya, memilih aktivitas yang berisiko cukup tinggi tetapi dapat memberikan hasil yang besar. Tingkat kepemimpinan yang tinggi ditunjukkan dari keberanian pimpinan untuk tidak selalu bermain di zona aman dan mengambil risiko yang telah diperhitungkan/calculated risk demi mempercepat pencapaian tujuan organisasi.

  1. Ada komitmen dari tingkat kepemimpinan tertinggi untuk penerapan manajemen risiko

Legitimasi penerapan manajemen risiko dalam suatu organisasi dan akan semakin besar kemunkinannya untuk menunjukkan hasil jika diterapkan secara konsisten dan dalam jangka panjang. Karena itu, organisasi perlu menyediakan pendanaan jangka panjang untuk penerapan manajemen risiko Tingkat kepemimpinan yang tinggi ditunjukkan dengan memasukkan pendanaan manajemen risiko dalam strategi keuangan organisasi.

  1. Organisasi memiliki model untuk koordinasi dan integrasi manajemen risiko dalam segala level dalam organisasi.

Ada banyak model untuk koordinasi dan integrasi penerapan manajemen risikoModel apapun yang digunakan, sebaiknya memanfaatkan hubungan dan koordinasi antar bagian yang sudah ada untuk menghindari kerja ganda dalam organisasi dan ekosistemnya. Tingkat kepemimpinan yang tinggi ditunjukan dengan adanya struktur manajemen risiko dalam organisasi dan antar organisasi dan pemangku kepentingan dalam ekosistemnya.

  1. Setiap individu dalam organisasi bertindak dalam kerangka manajemen risiko

Organisasi membangun dan mengembangkan budaya sadar risiko dengan memastikan bahwa anggota organisasi baru paham akan budaya sadar risiko. Tingkat kepemimpinan yang tinggi ditunjukkan dari pengetahuan akan risiko menjadi salah satu syarat dalam memilih karyawan, bukan hanya untuk karyawan level manajerial dan penyelia, tetapi juga untuk staf.

  1. Pimpinan puncak adalah pengarah dan pendorong budaya risiko

Membangun budaya sadar risiko yang mengakar di seluruh organisasi sangatlah penting untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuannya, sehingga perlu arahan dan dorongan dari pimpinan puncak. Tingkat kepemimpinan yang tinggi ditunjukkan oleh terasanya budaya sadar risiko dalam organisasi, dimana pimpinan mendorong bawahannya untuk selalu sadar risiko dalam setiap aktivitasnya dan menyediakan waktu untuk memberikan arahan dan berdiskusi dengan bawahannya untuk meningkatkan kesadaran risiko.

 

Semoga artikel ini bermanfaat. Salam.

 

Referensi:

  1. Susilo, LJ dan Kaho, VR. 2018. Manajemen Risiko Panduan untuk Risk Leader dan Risk Practitioners. Grasindo: Jakarta
  2. ISO 31000: 2018 Risk Management Guidelines