Artikel

/Artikel
Artikel2021-01-27T19:01:07+07:00

Building Risk Management Culture: which one is more effective, the top-down or the bottom-up approach?

Penulis: Dr. Antonius Alijoyo

23 September 2021

The question above was posed by a director of a large company that operates in the Southeast Asian market region, and below are some thoughts that serve as a dialogic conversation rather than a definitive answer. In summary, both approaches have their own respective merits, issues, and challenges depending on the organization risk management maturity and whether we live in a country with a high or low-context culture. Since those two perspectives are dynamic, it will work better if both are used simultaneously through a spectrum of a journey that determines a balance of intensity and extensivity of the two approaches toward the goals of an organization. Below are some’s suggestions that are based on those two perspectives.

Mulai Membaca

By |

7 Langkah Hadapi Kejahatan Siber dan Serangan Malware Pada Sistem Live Chat

Penulis: Deselffina Parinduri

Ketua Bidang Kompetensi IRMAPA

Editor: Aprilia Kumala

Ancaman serangan siber berupa phising kini masuk ke dalam babak baru: peretasan melalui sistem live chat.

Dilansir dari Ditsti ITB, phising adalah tindakan memperoleh informasi pribadi, termasuk user ID, password, dan data-data sensitif lainnya melalui proses penyamaran sebagai orang atau organisasi yang berwenang. Istilah phising sendiri berasal dari kata bahasa Inggris, yaitu fishing yang berarti “memancing”. Artinya, aktivitas ini memang berfokus untuk memancing target agar dapat memberikan informasi penting yang diincar.

Mulai Membaca

By |

The Necessity of A Holistic Model of Fiscal Risk Resilience

Penulis: Dr. Antonius Alijoyo
Founder and Principal of Center for Risk Management and Sustainability

Along with the rising need for better risk management practices in the public sector, fiscal risk resilience becomes one of the critical agendas of countries around the world. It requires the respective government to have more effective fiscal risk resilience in respect of being able to address and capture more dimensions than what is currently practiced.

Mulai Membaca

By |

Akselerasi Teknologi IKNB

Penulis:
Munawar Kasan, ST, MBA, AAIK, FIIS, ERMCP, QRMP, CERG, QRGP

(Artikel ini telah dimuat di koran Bisnis Indonesia, 29 April 2021).

Adopsi teknologi digital mengalami akselerasi selama pandemi Covid-19. Menurut McKinsey (2020), organisasi dan industri melakukan quantum leap dalam adopsi digital. Hal serupa terjadi di Indonesia yang ditandai dengan melonjaknya transaksi daring.

Mulai Membaca

By |

5 Hambatan Terhadap Penerapan BCM Yang Efektif

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Ketua IRMAPA

Penerapan manajemen kelangsungan usaha, atau dalam Bahasa Inggris-nya kita kenal dengan busniess continuity management, disingkat BCM, hendaknya perlu diterapkan secara serius oleh tiap organisasi. Hal ini mengingat bahwa, seefektif apa pun manajemen risiko yang kita jalankan tidak mampu mencegah risiko disrupsi yang berasal dari peristiwa-peristiwa yang memang tidak dapat, atau sulit untuk, dikendalikan (uncontrollable event). Ditambah lagi kendali terhadap dampak dari risiko disrupsi pun juga kerap terbatas cakupannya. Contoh sederhana, gempa misalnya. Hampir tidak mungkin sebuah perusahaan mencegah bencana gempa untuk tidak terjadi. Di lain pihak, kendali terhadap dampak yang kerap diandalkan pun berupa asuransi kerugian. Padahal dampak kerugian yang mungkin muncul dari bencana gempa bukan hanya kerusakan fisik infrastruktur. Organisasi bisa saja kehilangan data, SDM bisa pula kehilangan nyawa, ditambah lagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya bisa kehilangan ekspektasi untuk melihat organisasi segera pulih.

Mulai Membaca

By |

Detik-Detik Berharga Dalam Penanganan Krisis Dan Bencana

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Ketua IRMAPA

Belakangan ini sebenarnya ada isu besar yang kalau saja muncul tidak di tengah pandemi COVID-19 mungkin telah membuat geger masyarakat Jakarta. Isu tersebut adalah gempa bumi megathrust. Gempa bumi yang sering disebut dengan gempa megathrust ini mengancam Jakarta dengan kekuatan sebesar 8,7 skala Richter. Meski potensi gempa terletak di Selat Sunda atau Pantai Selatan Jawa, Jakarta memiliki struktur tanah lunak sehingga gelombang gempa teramplifikasi dan sebagai akibat, guncangannya lebih tinggi1). Adapun gempa megathrust terjadi akibat lempeng samudera bergerak ke bawah menghujam lempeng benua sehingga lempeng benua terdorong naik dan bergeser secara tiba-tiba2). Selain gempa bumi tektonik, gempa megathrust ini juga berpotensi menimbulkan tsunami dengan berbagai ketinggian di beberapa lokasi berbeda.

Mulai Membaca

By |

Peran Audit Internal dalam Mengawal Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025

Penulis:
Fadjar Proboseno, CCIA, QRMP, QCRO, QRGP, ERMCP
SekJen Indonesia Professionals in Audit and Control Association

Webinar pada tgl 2 Maret 2021 mengagendakan tema “Peran Standar Nasional Indonesia dalam Membangun Organisasi yang Tangguh & Berintegritas Dalam Persaingan Bisnis”. Tema ini adalah bagian dari Pilar 1 Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 (MPSJKI), yaitu “Penguatan Ketahanan dan Daya Saing”.  Disampaikan oleh Enrico Hariantoro dari OJK, bahwa MPSJKI 2021-2025 ini dirancang untuk mempersiapkan sektor jasa keuangan yang tangguh dengan landasan  perkembangan ekonomi dan sektor jasa keuangan terkini dan prediksi OJK dalam lima tahun ke depan. IPACA melihat dari sisi fungsi pengawasan yang dilakukan lewat Audit Internal, juga memiliki peran dan kontribusi aktif dalam pencapaian perencanaan ini, yaitu untuk memastikan bahwa program-program yang berjalan, melaju dengan ritme yang cukup dan pada tingkatan tertentu, menjaga agar secara internal, organisasi berjalan secara sehat dan selaras dengan tata Kelola yang baik. Mulai Membaca

By |

Relevankah MPSJKI 2021-2025 Dengan Tuntuntan Kebutuhan Sektor Jasa Keuangan Indonesia?

Penulis:
Victor Riwu Kaho

Pada hari Selasa, tanggal 2 maret 2021 yang lalu, Indonesia GRC Association berkolaborasi dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) menyelenggarakan Webminar bertema, “Peran Standar Nasional Indonesia Dalam Membangun Organisasi yang Tangguh & Berintegritas Dalam Persaingan Bisnis: Antisipasi Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 – Pilar 1 : Penguatan Ketahanan dan Daya Saing”.  Kegiatan ini difasilitasi oleh BSN dan juga didukung oleh Center for Risk Management & Sustainability (CRMS) Indonesia dan Institute of Compliance Professional Indonesia (ICoPI). Mulai Membaca

By |

COVID-19, Banjir, dan Kesiapan Bisnis Menghadapinya

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Ketua IRMAPA

Apa bedanya COVID-19 dan banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu?

Mungkin segudang jawaban akan kita terima bila pertanyaan di atas kita ajukan kepada orang lain. Namun jika yang ditanyakan adalah apa yang menjadi persamaan di antara keduanya maka besar kemungkinan ada satu jawaban yang akan paling sering Anda dengar: “sama-sama merugikan..!”. Lengkapnya, merugikan bagi semua pihak yang terdampak langsung maupun tidak langsung, baik individu masyarakat, pemerintah, ataupun pelaku usaha. Dan kalau Anda bertanya pada seorang praktisi atau profesional bidang Manajemen Kelangsungan Usaha (atau dalam Bahasa Inggris kita kenal dengan Business Continuity Management, disingkat BCM) maka jawaban yang Anda terima mungkin bahkan akan seragam, yaitu baik COVID-19 maupun banjir merupakan jenis-jenis peristiwa disrupsi yang ditangani dalam penerapan BCM.

Mulai Membaca

By |