Artikel

/Artikel
Artikel2021-01-27T19:01:07+07:00

Akselerasi Teknologi IKNB

Penulis:
Munawar Kasan, ST, MBA, AAIK, FIIS, ERMCP, QRMP, CERG, QRGP

(Artikel ini telah dimuat di koran Bisnis Indonesia, 29 April 2021).

Adopsi teknologi digital mengalami akselerasi selama pandemi Covid-19. Menurut McKinsey (2020), organisasi dan industri melakukan quantum leap dalam adopsi digital. Hal serupa terjadi di Indonesia yang ditandai dengan melonjaknya transaksi daring.

Mulai Membaca

By |

5 Hambatan Terhadap Penerapan BCM Yang Efektif

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Ketua IRMAPA

Penerapan manajemen kelangsungan usaha, atau dalam Bahasa Inggris-nya kita kenal dengan busniess continuity management, disingkat BCM, hendaknya perlu diterapkan secara serius oleh tiap organisasi. Hal ini mengingat bahwa, seefektif apa pun manajemen risiko yang kita jalankan tidak mampu mencegah risiko disrupsi yang berasal dari peristiwa-peristiwa yang memang tidak dapat, atau sulit untuk, dikendalikan (uncontrollable event). Ditambah lagi kendali terhadap dampak dari risiko disrupsi pun juga kerap terbatas cakupannya. Contoh sederhana, gempa misalnya. Hampir tidak mungkin sebuah perusahaan mencegah bencana gempa untuk tidak terjadi. Di lain pihak, kendali terhadap dampak yang kerap diandalkan pun berupa asuransi kerugian. Padahal dampak kerugian yang mungkin muncul dari bencana gempa bukan hanya kerusakan fisik infrastruktur. Organisasi bisa saja kehilangan data, SDM bisa pula kehilangan nyawa, ditambah lagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya bisa kehilangan ekspektasi untuk melihat organisasi segera pulih.

Mulai Membaca

By |

Detik-Detik Berharga Dalam Penanganan Krisis Dan Bencana

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Ketua IRMAPA

Belakangan ini sebenarnya ada isu besar yang kalau saja muncul tidak di tengah pandemi COVID-19 mungkin telah membuat geger masyarakat Jakarta. Isu tersebut adalah gempa bumi megathrust. Gempa bumi yang sering disebut dengan gempa megathrust ini mengancam Jakarta dengan kekuatan sebesar 8,7 skala Richter. Meski potensi gempa terletak di Selat Sunda atau Pantai Selatan Jawa, Jakarta memiliki struktur tanah lunak sehingga gelombang gempa teramplifikasi dan sebagai akibat, guncangannya lebih tinggi1). Adapun gempa megathrust terjadi akibat lempeng samudera bergerak ke bawah menghujam lempeng benua sehingga lempeng benua terdorong naik dan bergeser secara tiba-tiba2). Selain gempa bumi tektonik, gempa megathrust ini juga berpotensi menimbulkan tsunami dengan berbagai ketinggian di beberapa lokasi berbeda.

Mulai Membaca

By |

Peran Audit Internal dalam Mengawal Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025

Penulis:
Fadjar Proboseno, CCIA, QRMP, QCRO, QRGP, ERMCP
SekJen Indonesia Professionals in Audit and Control Association

Webinar pada tgl 2 Maret 2021 mengagendakan tema “Peran Standar Nasional Indonesia dalam Membangun Organisasi yang Tangguh & Berintegritas Dalam Persaingan Bisnis”. Tema ini adalah bagian dari Pilar 1 Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 (MPSJKI), yaitu “Penguatan Ketahanan dan Daya Saing”.  Disampaikan oleh Enrico Hariantoro dari OJK, bahwa MPSJKI 2021-2025 ini dirancang untuk mempersiapkan sektor jasa keuangan yang tangguh dengan landasan  perkembangan ekonomi dan sektor jasa keuangan terkini dan prediksi OJK dalam lima tahun ke depan. IPACA melihat dari sisi fungsi pengawasan yang dilakukan lewat Audit Internal, juga memiliki peran dan kontribusi aktif dalam pencapaian perencanaan ini, yaitu untuk memastikan bahwa program-program yang berjalan, melaju dengan ritme yang cukup dan pada tingkatan tertentu, menjaga agar secara internal, organisasi berjalan secara sehat dan selaras dengan tata Kelola yang baik. Mulai Membaca

By |

Relevankah MPSJKI 2021-2025 Dengan Tuntuntan Kebutuhan Sektor Jasa Keuangan Indonesia?

Penulis:
Victor Riwu Kaho

Pada hari Selasa, tanggal 2 maret 2021 yang lalu, Indonesia GRC Association berkolaborasi dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) menyelenggarakan Webminar bertema, “Peran Standar Nasional Indonesia Dalam Membangun Organisasi yang Tangguh & Berintegritas Dalam Persaingan Bisnis: Antisipasi Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 – Pilar 1 : Penguatan Ketahanan dan Daya Saing”.  Kegiatan ini difasilitasi oleh BSN dan juga didukung oleh Center for Risk Management & Sustainability (CRMS) Indonesia dan Institute of Compliance Professional Indonesia (ICoPI). Mulai Membaca

By |

COVID-19, Banjir, dan Kesiapan Bisnis Menghadapinya

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Ketua IRMAPA

Apa bedanya COVID-19 dan banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu?

Mungkin segudang jawaban akan kita terima bila pertanyaan di atas kita ajukan kepada orang lain. Namun jika yang ditanyakan adalah apa yang menjadi persamaan di antara keduanya maka besar kemungkinan ada satu jawaban yang akan paling sering Anda dengar: “sama-sama merugikan..!”. Lengkapnya, merugikan bagi semua pihak yang terdampak langsung maupun tidak langsung, baik individu masyarakat, pemerintah, ataupun pelaku usaha. Dan kalau Anda bertanya pada seorang praktisi atau profesional bidang Manajemen Kelangsungan Usaha (atau dalam Bahasa Inggris kita kenal dengan Business Continuity Management, disingkat BCM) maka jawaban yang Anda terima mungkin bahkan akan seragam, yaitu baik COVID-19 maupun banjir merupakan jenis-jenis peristiwa disrupsi yang ditangani dalam penerapan BCM.

Mulai Membaca

By |

MPSJKI 2021-2025, OJK: GRC SJK Perlu Penguatan!

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Ketua IRMAPA

Januari 2021 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Master Plan Sektor Jasa Keuangan (MPSJKI) 2021-2025  bertemakan “Memulihkan Perekonomian Nasional Serta Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan”. Adapun dalam master plan terdiri dari 2 pilar di mana Pilar I berjudul “Penguatan Ketahanan dan Daya Saing” dengan aspek penguatan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang tersirat pada penguatan market conduct (atau dalam Bahasa Inggris disebut governance, risk management, and compliance, disingkat GRC) pada pelaku usaha sektor jasa keuangan (PUSJK). Menurut IRMAPA, langkah inisiatif OJK dalam mengeluarkan MPSJKI ini memberi tuntunan, namun sekaligus juga tantangan, kepada PUSJK. Karena selain menjadi kompas arah pengembangan sektor jasa keuangan hingga tahun 2025 untuk diantisipasi oleh PUSJK, MPSJKI 2021-2025 juga menyadarkan PUSJK bahwa agar secara kolektif bisa menikmati akselerasi pengembangan sektor jasa keuangan (SJK) di Indonesia, masih ada hal yang perlu segera dikerjakan, salah satunya adalah penguatan penerapan GRC. Mulai Membaca

By |

COMPUTER VISION SYNDROME DAN MITIGASI RISIKONYA

Penulis:
Fitri Sawitri – Wakil Ketua Bidang Keanggotaan IRMAPA

Budaya Masyarakat 4.0

Revolusi industri 4.0 saat ini telah mengintegrasikan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat kedalam internet. Komputer dan smartphone menjadi perangkat utama yang dipakai masyarakat dalam berselancar di internet dengan berbagai tujuan. Hasil riset tahun 2020  yang dikeluarkan oleh HootSuite menemukan bahwa rata-rata penduduk Indonesia dalam sehari mengakses internet selama 7-8 jam. Dengan angka ini Indonesia masuk kedalam katagori kecanduan internet yang cukup tinggi, yang angkanya diatas angka global yaitu 6 jam 43 menit per hari. Adapun tujuan mereka mengakses internet adalah untuk keperluan sosial, hiburan dan belanja. Sementara hanya sedikit yang memiliki tujuan untuk kegiatan bisnis atau kegiatan produktif lainnya. Mulai Membaca

By |

Satu Langkah

Penulis:
Fadjar Proboseno, SekJen Indonesia Professional in Audit and Control Association (IPACA)

Kementrian BUMN baru saja mengeluarkan surat permintaan Data Top Risk BUMN sebagai salah satu bentuk pengawasan dari kementian terhadap Badan Usaha Milik Negara. IPACA melihat ini sebagai kemajuan pesat yang dilakukan kementrian BUMN ke perusahaan-perusahaan plat merah dalam rancangannya memperhatikan perusahaan milik negara dalam mengelola organisasi selangkah lebih maju. Fungsi pengawasan selama ini dilakukan oleh Satuan Pengawas Internal secara formal, tentu ini juga merupakan pekerjaan berat, dimana perubahan kian pesat dan kompleks, akan sulit bagi SPI di BUMN mengawasi kinerja perusahaan tetap dalam jalur dan batas-batas governance. Tentu saja, teknologi juga merupakan alat bantu dalam fungsi pengawasan ini, namun tidak terelakkan, biasanya temuan SPI lebih kepada masalah-masalah yang sudah terjadi, sedangkan pada era ini, cukup berat bagi perusahaan dalam mengembangkan usahanya tanpa tambahan masalah-masalah yang sebenarnya bisa ditangani lebih dini dan menimbulkan efek yang minimum.
Mulai Membaca

By |