Artikel

/Artikel
Artikel2021-01-27T19:01:07+07:00

COMPUTER VISION SYNDROME DAN MITIGASI RISIKONYA

Penulis:
Fitri Sawitri – Wakil Ketua Bidang Keanggotaan IRMAPA

Budaya Masyarakat 4.0

Revolusi industri 4.0 saat ini telah mengintegrasikan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat kedalam internet. Komputer dan smartphone menjadi perangkat utama yang dipakai masyarakat dalam berselancar di internet dengan berbagai tujuan. Hasil riset tahun 2020  yang dikeluarkan oleh HootSuite menemukan bahwa rata-rata penduduk Indonesia dalam sehari mengakses internet selama 7-8 jam. Dengan angka ini Indonesia masuk kedalam katagori kecanduan internet yang cukup tinggi, yang angkanya diatas angka global yaitu 6 jam 43 menit per hari. Adapun tujuan mereka mengakses internet adalah untuk keperluan sosial, hiburan dan belanja. Sementara hanya sedikit yang memiliki tujuan untuk kegiatan bisnis atau kegiatan produktif lainnya. Mulai Membaca

By |

Satu Langkah

Penulis:
Fadjar Proboseno, SekJen Indonesia Professional in Audit and Control Association (IPACA)

Kementrian BUMN baru saja mengeluarkan surat permintaan Data Top Risk BUMN sebagai salah satu bentuk pengawasan dari kementian terhadap Badan Usaha Milik Negara. IPACA melihat ini sebagai kemajuan pesat yang dilakukan kementrian BUMN ke perusahaan-perusahaan plat merah dalam rancangannya memperhatikan perusahaan milik negara dalam mengelola organisasi selangkah lebih maju. Fungsi pengawasan selama ini dilakukan oleh Satuan Pengawas Internal secara formal, tentu ini juga merupakan pekerjaan berat, dimana perubahan kian pesat dan kompleks, akan sulit bagi SPI di BUMN mengawasi kinerja perusahaan tetap dalam jalur dan batas-batas governance. Tentu saja, teknologi juga merupakan alat bantu dalam fungsi pengawasan ini, namun tidak terelakkan, biasanya temuan SPI lebih kepada masalah-masalah yang sudah terjadi, sedangkan pada era ini, cukup berat bagi perusahaan dalam mengembangkan usahanya tanpa tambahan masalah-masalah yang sebenarnya bisa ditangani lebih dini dan menimbulkan efek yang minimum.
Mulai Membaca

By |

RKAP Berbasis Risiko – Cukup sebatas patuh saja atau memang diperlukan bagi BUMN?

Penulis:
Ridwan Hendra SE., MM., ERMCP, QCRO, CCSA, GRCP – Ketua Institute of Compliance Professional Indonesia (ICoPI)

Baru-baru ini Kementerian BUMN mengeluarkan surat kepada para Direktur Utama BUMN untuk menyusun profil Manajemen Risiko pada RKAP 2021 yang memuat selera dan toleransi risiko, identifikasi risiko untuk masing-masing peristiwa risiko dalam risk register, dan menyertakan peta risiko yang menggambarkan kemungkinan dan dampak risiko inheren maupun residual. Profil Manajemen Risiko pada RKAP 2021 ini merupakan bagian dari RKAP yang akan disahkan serta dimintakan laporan pelaksanaan penanganannya pada laporan berkala semesteran.
Mulai Membaca

By |

PENDEKATAN GRC UNTUK MANAJEMEN RISIKO BERKELANJUTAN PADA BUMN

Penulis:
Victor Riwu Kaho

Melalui seorang teman, kami mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 16 Februari 2021 yang lalu, Menteri Negara BUMN RI yang lebih populer disebut Menteri BUMN, telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada para Direktur Utama BUMN dengan perihal permintaan data Top Risk BUMN.  Surat bernomor S-7/DKU.MBU/B/02/2021 ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri BUMN pada tanggal 23 Oktober 2020 yang lalu tentang aspirasi pemegang saham/pemilik modal dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang meminta Direksi BUMN mencantumkan profil risiko sebagai bagian dari usulan RKAP yang diajukan kepada Menteri BUMN.
Mulai Membaca

By |

RKAP BUMN berbasis Manajemen Risiko dari Perspektif Governansi Korporat

Penulis:
Jeffrey S. Siregar, CGP, CCGO – Sekjen Profesional Governansi Indonesia (PaGI)

Berbagai inisiatif diambil oleh Kementerian BUMN untuk meningkatkan implementasi governansi korporat di BUMN. Peluncuran nilai-nilai yang menjadi basis pengelolaan BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) merupakan langkah strategis dalam transformasi budaya BUMN, dengan mengusung unsur yang paling utama yaitu integritas dan governansi, terutama manajemen risiko.
Mulai Membaca

By |

Kementerian BUMN: BUMN Wajib Lapor Profil Risiko Dalam RKAP!

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Ketua IRMAPA.

Selasa, 16 Februari 2021 lalu, kami sebagai Pengurus IRMAPA mendapat kabar bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) meminta agar BUMN menyusun dan melaporkan profil manajemen risiko pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021. Hal ini disampaikan melalui surat edaran yang ditujukan langsung kepada para direktur utama BUMN. Adapun profil tersebut setidaknya mencakup selera dan toleransi risiko, register risiko, serta peta risiko yang menggambarkan eksposur risiko inheren dan residual. Tidak hanya itu, BUMN juga diminta untuk selanjutnya melaporkan pelaksanaan penanganan risiko yang telah disampaikan dalam register risiko melalui laporan berkala tiap semester kepada KBUMN.
Mulai Membaca

By |

ISO/PAS 45005:2020 – Panduan Keamanan Kerja Semasa Pandemi COVID-19 – Bagian 2 (habis) –

Penerapan manajemen risiko dalam sistem manajemen K3 yang mendukung upaya pemulihan bisnis

Penulis:
Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP
Sekretaris Jenderal IRMAPA

Melanjutkan bagian pertama artikel, kali ini artikel akan mengulas sekilas tentang panduan ISO/PAS 45005 dan bagaimana, bersama dengan penerapan manajemen risiko yang efektif, ISO/PAS 45005:2020 dapat ikut mendukung penguatan ketangguhan organisasi (organizational resilience). Mulai Membaca

By |

ISO/PAS 45005:2020 – Panduan Keamanan Kerja Semasa Pandemi COVID-19 – Bagian 1 –

Penerapan manajemen risiko dalam sistem manajemen K3 yang mendukung upaya pemulihan bisnis

Penulis:
Dr. Antonius Alijoyo, CCSA, CERG, CFSA, CFE, CGAP, CGEIT, CRMA, ERMCP – Ketua Dewan Pengawas & Kode Etik IRMAPA;
Charles R. Vorst, MM., CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Ketua IRMAPA.

Pada bulan Desember 2020, ISO merilis ISO/PAS 45005:2020 Occupational Health and Safety Management — General Guidelines for Safe Working during the COVID-19 Pandemic. Mulai Membaca

By |