Gap Year = Menunda Masa Depan?
Felisia Oktovia Manurung, Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Pemenang Ketiga Lomba Menulis Artikel Manajemen Risiko 2020
Fenomena gap year (tahun jeda) sering terdengar di kalangan murid SMA yang akan menjadi mahasiswa. Dikutip dari ruangguru.com, gap year adalah suatu kondisi ketika seseorang memutuskan untuk tidak berkuliah di tahun pertama setelah lulus dari sekolah. (more…)
ODOL – “Overdimension and Overload” dalam Manajemen Risiko
Penulis: Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP, CERG
Ketua Dewan Pengarah Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA)
Ketua Komite Teknis 03-10: Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan – Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia.
Sebagai salah satu panelis dalam acara “Sustainability Risk Management Discussion” yang berlangsung di Kantor Pusat Jasa Marga pada tanggal 10 Maret 2020, penulis tergerak untuk berbagi istilah ODOL (Over-dimension and Overload) dalam konteks penerapan manajemen risiko. (more…)
MELEK RISIKO BERMEDIA SOSIAL
Firdha Lintang Kirana, Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti Jakarta, Pemenang Kedua Lomba Menulis Artikel Manajemen Risiko 2020
Media sosial (medsos) adalah sebuah media dalam jaringan (daring) yang memungkinkan para pengguna internet dapat berkomunikasi/saling berhubungan, berbagi informasi baik tulisan, gambar maupun video secara virtual melalui berbagai fasilitas akun seperti blog, Facebook, Instagram, dan YouTube. (more…)
BELAJAR DARI SOCRATES
Renanda Ardi Rifkan Pratama, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pemenang Pertama Lomba Menulis Artikel Manajemen Risiko 2020
Ibarat gula dan semut, milenial dan media sosial (medsos) adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Hampir setiap milenial melakukan interaksi via medsos—kalau tidak bisa dikatakan seluruhnya. Berbagai platform media sosial semacam Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube bukan hal asing dalam kehidupan milenial. Tak dapat disangsikan bahwa media sosial per hari ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. (more…)
PEMAHAMAN ORGANISASI DAN KONTEKSNYA: LANGKAH AWAL DALAM MERANCANG KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK KEBUTUHAN ORGANISASI
Penulis: Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Sekretaris Jenderal IRMAPA.
Dalam dokumen SNI ISO 31000 baik versi tahun 2018 maupun yang terdahulu, siapa pun pihak yang bertanggung jawab atas perancangan kerangka kerja manajemen risiko untuk suatu organisasi, yaitu mereka yang menjadi pimpinan tertinggi entitas kerja manajemen risiko di organisasi, apakah manajer risiko (risk manager), ataukah direktur risiko (risk director, atau chief risk officer, disingkat CRO), (more…)
MANAJEMEN RISIKO FINTECH PEER-TO-PEER LENDING (P2PL) – BAGIAN 1
Oleh: Munawar Kasan, ST, MBA, AAIK, ERMCP, QRMP, FIIS
Mengenal Bisnis Fintech P2P
Istilah fintech (financial technology) sudah sangat dikenal masyarakat, khususnya mereka yang akrab dengan gawai. Sejatinya sudah lama kita juga sudah mengenalnya saat kita memiliki kartu anjungan tunai mandiri (ATM) bank. Namun istilah fintech makin mengemuka saat banyak transaksi keuangan bisa dilakukan melalui gawai. (more…)
ALOKASI SUMBER DAYA DALAM DESAIN KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
Penulis: Dr. Siti Jahroh, QCRO
Dosen Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB)
Anggota Tim Manajemen Risiko IPB
Kerangka kerja dalam manajemen risiko dapat diartikan sebagai seperangkat komponen yang menyediakan landasan atau pondasi pengaturan organisasi untuk mendesain, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan yang semuanya dilakukan secara terintegrasi dengan dasar kepemimpinan dan komitmen yang kuat. (more…)
Penegasan Komitmen Pimpinan Organisasi Terhadap Manajemen Risiko Dalam Desain Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Penulis: Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Sekretaris Jenderal IRMAPA.
Mengacu pada SNI ISO 31000, pihak yang mendesain kerangka kerja manajemen risiko perlu memahami organisasi dan konteksnya, khususnya karakteristik bisnis dan atau operasi organisasi maupun kebutuhan organisasi akan bentuk praktik pengelolaan risiko yang sesuai. (more…)
Lima Aksi Kepemimpinan Risiko
Penulis: Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP, CERG
Ketua Dewan Pengarah IRMAPA
1 Januari 2020
Menjelang akhir tahun 2019, penulis sempat berdiskusi mengenai artikel yang ditulis oleh Steve Farber dari institusi “Extreme Leadership”. Beliau membahas sudut pandang bila seorang pimpinan organisasi hendak menerapkan ‘extreme leadership’ dalam manajemen risiko, maka mereka perlu berjuang agar mampu dan berani dalam mengambil aksi risiko kepemimpinan yang tepat pada saat yang tepat pula. (more…)
PENGELOLAAN RISIKO DALAM PENYELENGGARAAN SENSUS PENDUDUK: PELAJARAN DARI AUSTRALIA DALAM MENANGANI CYBER RISKS
Penulis: S. Priyarsono
Anggota Forum Masyarakat Statistik
Anggota Komtek Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan Badan Standardisasi Nasional
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor
Pada hari Selasa, 9 Agustus 2016, Australian Bureau of Statistics (ABS) menyelenggarakan sensus penduduk (nama resminya: 2016 Australian Census of Population and Housing, atau sering disingkat menjadi 2016 eCensus). Sensus ini memanfaatkan formulir digital yang harus dikirimkan oleh responden ke komputer (server) ABS melalui internet. (more…)