PEMAHAMAN ORGANISASI DAN KONTEKSNYA: LANGKAH AWAL DALAM MERANCANG KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK KEBUTUHAN ORGANISASI
Penulis: Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Sekretaris Jenderal IRMAPA.
Dalam dokumen SNI ISO 31000 baik versi tahun 2018 maupun yang terdahulu, siapa pun pihak yang bertanggung jawab atas perancangan kerangka kerja manajemen risiko untuk suatu organisasi, yaitu mereka yang menjadi pimpinan tertinggi entitas kerja manajemen risiko di organisasi, apakah manajer risiko (risk manager), ataukah direktur risiko (risk director, atau chief risk officer, disingkat CRO), (more…)
MANAJEMEN RISIKO FINTECH PEER-TO-PEER LENDING (P2PL) – BAGIAN 1
Oleh: Munawar Kasan, ST, MBA, AAIK, ERMCP, QRMP, FIIS
Mengenal Bisnis Fintech P2P
Istilah fintech (financial technology) sudah sangat dikenal masyarakat, khususnya mereka yang akrab dengan gawai. Sejatinya sudah lama kita juga sudah mengenalnya saat kita memiliki kartu anjungan tunai mandiri (ATM) bank. Namun istilah fintech makin mengemuka saat banyak transaksi keuangan bisa dilakukan melalui gawai. (more…)
ALOKASI SUMBER DAYA DALAM DESAIN KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
Penulis: Dr. Siti Jahroh, QCRO
Dosen Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB)
Anggota Tim Manajemen Risiko IPB
Kerangka kerja dalam manajemen risiko dapat diartikan sebagai seperangkat komponen yang menyediakan landasan atau pondasi pengaturan organisasi untuk mendesain, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan yang semuanya dilakukan secara terintegrasi dengan dasar kepemimpinan dan komitmen yang kuat. (more…)
Penegasan Komitmen Pimpinan Organisasi Terhadap Manajemen Risiko Dalam Desain Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Penulis: Charles R. Vorst, MM., BCCS, CERG, ERMCP, QCRO, QRGP, CCGO, CGOP – Sekretaris Jenderal IRMAPA.
Mengacu pada SNI ISO 31000, pihak yang mendesain kerangka kerja manajemen risiko perlu memahami organisasi dan konteksnya, khususnya karakteristik bisnis dan atau operasi organisasi maupun kebutuhan organisasi akan bentuk praktik pengelolaan risiko yang sesuai. (more…)
Lima Aksi Kepemimpinan Risiko
Penulis: Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP, CERG
Ketua Dewan Pengarah IRMAPA
1 Januari 2020
Menjelang akhir tahun 2019, penulis sempat berdiskusi mengenai artikel yang ditulis oleh Steve Farber dari institusi “Extreme Leadership”. Beliau membahas sudut pandang bila seorang pimpinan organisasi hendak menerapkan ‘extreme leadership’ dalam manajemen risiko, maka mereka perlu berjuang agar mampu dan berani dalam mengambil aksi risiko kepemimpinan yang tepat pada saat yang tepat pula. (more…)
PENGELOLAAN RISIKO DALAM PENYELENGGARAAN SENSUS PENDUDUK: PELAJARAN DARI AUSTRALIA DALAM MENANGANI CYBER RISKS
Penulis: S. Priyarsono
Anggota Forum Masyarakat Statistik
Anggota Komtek Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan Badan Standardisasi Nasional
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor
Pada hari Selasa, 9 Agustus 2016, Australian Bureau of Statistics (ABS) menyelenggarakan sensus penduduk (nama resminya: 2016 Australian Census of Population and Housing, atau sering disingkat menjadi 2016 eCensus). Sensus ini memanfaatkan formulir digital yang harus dikirimkan oleh responden ke komputer (server) ABS melalui internet. (more…)
Direksi vs. Komisaris: Siapakah Pemilik Akuntabilitas Risiko Tertinggi?
Penulis: Ray Antonio
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), perusahaan di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Direksi dan Dewan Komisaris. Berdasarkan ketentuan ini, maka perusahaan di Indonesia menganut two-tier board system dalam pengelolaan perusahaannya. (more…)
Penilaian Risiko – In General
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Penilaian Risiko
Proses manajemen risiko mengacu pada standar ISO 31000 : 2018, dapat dikelompokkan menjadi tahap penetapan : (1) lingkup, konteks, dan kriteria, (2) (more…)
Ruang Lingkup, Konteks, Kriteria Manajemen Risiko – Kriteria Risiko
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Kriteria Risiko
Pentingnya Menetapkan Kriteria Risiko
Penetapan kriteria risiko merupakan tahapan yang harus dilakukan setelah penetapan ruang lingkup dan konteks dalam proses manajemen risiko. (more…)
Ruang Lingkup, Konteks, Kriteria Manajemen Risiko – Konteks Risiko
Penulis: Dr Ir Dwi Rachmina, M.Si, QCRO
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB
Konteks Risiko
Pentingnya Penetapan Konteks Risiko
Pada artikel sebelumnya sudah diuraikan bahwa salah satu elemen manajemen risiko yaitu proses (process). (more…)