Dampak Kemajuan IoMT dan 5G
Konsep Internet of Things (IoT) adalah penanaman teknologi secara langsung ke dalam kehidupan manusia untuk memungkinkan adanya pertukaran data pribadi dengan penyediaan barang atau layanan. Cabang industri dari IoT dikenal sebagai Internet of Medical Things (IoMT).
IoMT menyediakan penggunaan teknologi untuk melakukan tindakan diagnostik waktu nyata secara (real time), meningkatkan perawatan, dan menghubungkan penyedia layanan kesehatan dengan pasien. Dalam penggunaannya, IoMT dapat memanfaatkan kemajuan terbaru dalam teknologi nirkabel, yang dikenal sebagai 5G, yang memfasilitasi pertukaran informasi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan lebih cepat.
Perkembangan Pasar IoMT dan 5G
IoMT merevolusi layanan perangkat medis dan memberikan peluang yang dipercepat oleh transformasi digital modern. Sebagai contoh, Open Artificial Pancreas System (OpenAPS) mendorong sebuah inisiatif yang menyoroti nilai IoMT. Proyek OpenAPS adalah upaya terbuka untuk membuat teknologi Sistem Pankreas Buatan (APS) yang aman dan efektif tersedia secara luas guna mengurangi beban diabetes tipe 1.
Telehealth adalah contoh lain dari peluang yang signifikan bagi IoMT. Salah satu contoh kasus penggunaan untuk IoMT dan Telehealth adalah kemampuan pemantauan pasien jarak jauh untuk merawat pasien di rumah, misalnya pada saat pandemi Covid-19. Sistem ini berkembang pesat di industri kesehatan karena hemat biaya dan nyaman digunakan.
Munculnya IoMT didorong oleh peningkatan jumlah perangkat medis yang terhubung yang dapat menghasilkan, mengumpulkan, menganalisis, atau mengirimkan data kesehatan dan terhubung ke jaringan penyedia layanan kesehatan, mengirimkan data ke repositori cloud atau server internal. Pada akhirnya, konektivitas antara perangkat medis dan sensor ini merampingkan manajemen alur kerja klinis dan mengarah pada peningkatan perawatan pasien secara keseluruhan.
Dampak Terhadap Industri Kesehatan
Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) secara resmi menunjukkan lima risiko utama yang mengelilingi penyebaran teknologi 5G sebagai berikut.
- Upaya para pelaku ancaman untuk memengaruhi desain dan arsitektur jaringan 5G
- Kerentanan rantai pasokan 5G karena pengenalan kerentanan yang berbahaya atau tidak disengaja
- Penerapan 5G memanfaatkan infrastruktur lama dan komponen yang tidak terpercaya dengan kerentanan yang diketahui
- Persaingan yang terbatas di pasar 5G menghasilkan lebih banyak solusi eksklusif dari vendor yang tidak tepercaya
- Teknologi 5G berpotensi meningkatkan serangan dengan memperkenalkan kerentanan baru
Risiko-risiko ini merupakan tantangan yang signifikan bagi sektor publik, perusahaan swasta, dan konsumen yang akan menggunakan teknologi ini. Tiap-tiap risiko dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori besar: risiko rantai pasokan, risiko jaringan, dan risiko privasi data.
- Risiko Rantai Pasokan
Komponen yang rusak pada alat teknologi tentu dapat membahayakan nyawa seseorang. Selain itu, rantai pasokan untuk IoMT juga menghadapi risiko dari pengembang dan penyedia aplikasi perangkat lunak yang bertindak sebagai pihak ketiga dalam hubungan dokter-pasien.
Risiko rantai pasokan juga mencakup ancaman terhadap ketersediaan IoT. Bagi sebuah komunitas, bahkan negara, potensi risiko pemadaman rantai pasokan akan menjadi sangat penting, misalnya risiko pasokan terhadap obat-obatan dan peralatan rumah sakit.
- Risiko Keamanan Jaringan
Risiko keamanan jaringan mencakup serangan yang dapat diakibatkan oleh akses tidak sah yang sederhana ke suatu sistem atau penolakan akses ke suatu sistem. Ancaman yang mendorong risiko ini terus mengganggu ruang teknologi informasi selama bertahun-tahun. Kemungkinan besar, seiring dengan bertambahnya jumlah perangkat medis baru yang mulai beroperasi, ancaman ini akan terus berkembang.
- Risiko Privasi Data
Privasi data sebagai sebuah konsep terus berkembang dan berubah seiring dengan meluasnya peran teknologi dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Dengan IoMT, batas baru untuk manajemen aset telah dibuka: Karyawan di seluruh perusahaan di seluruh dunia dapat membawa berbagai perangkat medis baru ke kantor mereka dan berpotensi menghubungkannya ke jaringan perusahaan. Oleh karena itu, risiko ini perlu mendapat perhatian. Privasi data dan keamanan siber menjadi sesuatu yang terkait erat dan relevan dalam pergeseran menuju 5G.
Mitigasi Risiko
Dengan perkembangan 5G, mitigasi risiko akan semakin sulit dilakukan jika keamanan siber tidak tertanam di setiap langkah. Dengan mempertimbangkan hal ini, CISA mempromosikan pendekatan mitigasi tiga cabang sebagai berikut.
- Manajemen risiko
- Keterlibatan pemangku kepentingan
- Bantuan teknis
Dalam ketiga langkah tersebut, ada beberapa inisiatif strategis yang harus diambil untuk membantu mengurangi risiko. Pertama, pengembangan kebijakan, standar, dan kerangka kerja sebagai fondasi untuk mengamankan adopsi IoMT secara luas. Kedua, manajemen risiko vendor dan rantai pasokan. Terakhir, perlindungan data pribadi dan kesehatan pengguna.
Organisasi harus memiliki inventaris dan klasifikasi data yang akurat untuk menghindari akses yang tidak sah. Peningkatan penggunaan data yang aman dapat menyelamatkan nyawa serta meningkatkan konteks penuh informasi klinis pasien.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manfaat dari IoMT sangat jelas. Organisasi layanan kesehatan harus menerapkan rencana manajemen risiko untuk memastikan kesinambungan layanan yang merangkul teknologi sekaligus melindungi data dan informasi pasien.
Artikel ini telah diterbitkan oleh A&M, dengan judul Diagnosing A Healthcare Cybersecurity Crisis: The Impact of IoMT Advancements and 5G. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Strategi ESG Perusahaan Asuransi
Agenda lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) menjadi fokus utama bagi perusahaan asuransi. Strategi ESG tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong perubahan positif dalam produk, investasi, dan operasi perusahaan.
Perusahaan asuransi sering menghadapi kesulitan dalam mencapai tujuan ESG mereka. Tantangan utama adalah memprioritaskan faktor ESG yang tepat dan mengembangkan strategi yang praktis dan berorientasi nilai. KPMG menyusun langkah-langkah dan pemodelan risiko ESG yang membantu perusahaan asuransi di seluruh dunia.
Area Kunci ESG
- Harapan Karyawan
Karyawan memegang peran penting dalam reputasi perusahaan, khususnya terkait dengan klien, pemangku kepentingan, serta target-target baru. Memenuhi harapan karyawan dalam hal ESG dapat meningkatkan keterlibatan dan loyalitas mereka.
- Keterlibatan Pelanggan
Perusahaan asuransi harus memiliki tingkat kematangan ESG yang tinggi untuk berinteraksi dengan klien dan memenuhi harapan mereka. Keterlibatan yang baik dengan pelanggan dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan.
- Investor dan Badan Pengawas
Investor semakin mempertimbangkan aspek ESG dalam keputusan investasi mereka, sementara badan pengawas memantau kinerja dan transparansi ESG perusahaan. Kepatuhan terhadap regulasi ESG yang terus berkembang menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai yurisdiksi telah mengembangkan regulasi ESG yang berfokus pada risiko iklim dan ESG sebagai risiko prudensial. Berikut beberapa contoh regulasi ESG di berbagai wilayah:
United Kingdom (UK)
– Pelaporan Energi dan Karbon Efisien (2019)
– Pernyataan Hak Asasi Manusia (2013)
European Union (EU)
– Petunjuk Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (Corporate Sustainability Reporting Directive/CSRD)
– Petunjuk Keseimbangan Gender (mulai efektif Juni 2026)
Asia Pacific Conference (ASPAC)
– Otoritas Regulasi Prudensial Australia (Australian Prudential Regulation Authority/APRA) memperkenalkan CPG 229 (efektif November 2021)
– Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) mengembangkan peta jalan bagi emiten untuk mengungkapkan hal-hal terkait ESG mulai 2022
Amerika
– Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (Securities and Exchange Commission/SEC) menerapkan persyaratan pelaporan iklim secara bertahap dari 2023 hingga 2025
Perusahaan asuransi melihat ESG sebagai platform untuk mendorong target, mengejar inovasi, mengidentifikasi pasar baru, dan meluncurkan kebijakan yang berbeda. Menurut survei, 44 persen CEO perusahaan asuransi menyatakan bahwa program ESG telah meningkatkan kinerja keuangan mereka.
Mengintegrasikan ESG ke dalam strategi perusahaan memberikan manfaat besar, baik dalam operasional internal maupun bagi klien dan pemangku kepentingan. Dua fokus utama dalam pengintegrasian ESG adalah:
- Internal Perusahaan
– Tata Kelola: Penerapan mekanisme untuk mengukur dan meninjau kemajuan dalam tujuan dan investasi ESG.
– Manajemen Aset: Pengadaan metodologi untuk menilai risiko dan peluang ESG.
– Net Zero: Penetapan tujuan terukur untuk mengelola risiko di masa depan, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi.
– Tenaga Kerja Masa Depan: Penggunaan data dan pemodelan untuk menciptakan tempat kerja yang setara bagi karyawan.
- Eksternal Perusahaan
– Inovasi Produk: Penggunaan teknologi dan gamifikasi untuk mendorong pengurangan risiko bagi pemegang polis dan anggota.
– Kesadaran Risiko yang Lebih Baik: Penanaman elemen-elemen ESG ke dalam model yang sudah ada untuk membantu nasabah memahami risiko mereka dengan lebih baik.
– Pemberdayaan Karyawan: Penciptaan program-program inovatif untuk membantu karyawan mengurangi jejak karbon.
– Pemberian Insentif kepada Perusahaan: Penggunaan kekuatan investasi dan wawasan ESG untuk mendorong portofolio perusahaan guna melakukan dekarbonisasi.
Langkah, Tip, dan Pertimbangan Strategi ESG
Langkah-Langkah Kunci
- Identifikasi faktor ESG yang penting.
- Atur target/tujuan.
- Matangkan strategi ESG.
- Susun opsi-opsi strategis.
- Buat peta jalan (roadmap).
Tip untuk Mempercepat Strategi ESG
- Pahami interaksi kompleks faktor ESG dan pengaruhnya terhadap bisnis.
- Libatkan pemangku kepentingan: karyawan, pelanggan, investor, regulator, dan LSM.
- Pertimbangkan peluang untuk perubahan positif dalam ekonomi.
- Pahami dan patuhi regulasi terkait ESG.
- Tetapkan tujuan ESG untuk internal dan eksternal perusahaan.
Pertimbangan untuk Integrasi ESG
- Tentukan tujuan: pemimpin, pengikut, atau memenuhi persyaratan.
- Identifikasi pasar dan industri dengan peluang pertumbuhan terbesar.
- Evaluasi tantangan dan peluang.
- Pahami harapan klien dan distributor.
- Analisis proses dalam organisasi untuk mendukung tujuan ESG.
- Pastikan infrastruktur dan kemampuan yang diperlukan tersedia.
- Akses data dan alat analisis yang tepat untuk wawasan ESG.
- Pastikan struktur dan tata kelola sesuai dengan tujuan ESG.
- Pastikan kepemimpinan dan budaya yang tepat.
- Lacak kemajuan dengan akurat dan dorong hasil dengan data ESG untuk pelaporan.
Dengan strategi ESG yang kuat, perusahaan asuransi dapat menciptakan nilai nyata dan berkontribusi pada perubahan positif di seluruh ekosistem bisnis dan masyarakat.
Artikel ini telah diterbitkan oleh KPMG, dengan judul ESG in Insurance: Strategy and Transformation. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Panduan Adopsi AI Secara Bertanggung Jawab
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pembelajaran mesin (Machine Learning) semakin meluas di sektor swasta. Teknologi ini membantu perusahaan dalam meningkatkan operasi, efisiensi, dan pertumbuhan. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan seperti kurangnya keterampilan, strategi yang tidak jelas, dan kualitas data yang rendah. Laporan ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis bagi organisasi dalam mengadopsi solusi AI/ML yang bertanggung jawab dan etis.
Pada tahun 1990-an, algoritma pembelajaran mesin mulai mengubah AI dengan memungkinkan analisis data besar dan prediksi yang lebih akurat. AI kini memberikan banyak manfaat, seperti otomatisasi tugas, pengoptimalan harga, identifikasi peluang bisnis, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Untuk memanfaatkan AI sepenuhnya, perusahaan perlu berinvestasi dalam infrastruktur, sumber daya manusia, dan teknologi.
Pasar AI global diperkirakan mencapai $1.500 miliar pada tahun 2030. Dalam pertumbuhan yang pesat ini, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa solusi AI yang mereka gunakan selaras dengan tujuan bisnis, etika, dan nilai-nilai organisasi. Berikut panduan untuk memastikan penerapan AI yang bertanggung jawab.
Faktor Utama dalam Adopsi AI
- Penyelarasan Strategi Bisnis:
– Memastikan strategi AI mendukung tujuan perusahaan.
– Menyelaraskan AI dengan visi dan strategi jangka panjang organisasi.
- Kasus Bisnis:
– Menilai keuntungan non-moneternya.
– Mengoptimalkan Return on Investment (ROI) dan mengelola total biaya.
- Integrasi Teknologi dan Data:
– Memenuhi persyaratan data dan peraturan.
– Mengelola data yang di-outsourcing.
- Penyelarasan Etika:
– Menjamin bahwa AI selaras dengan nilai-nilai organisasi.
– Memastikan implementasi yang etis dan adil.
- Penilaian Risiko:
– Mengidentifikasi dan menilai risiko.
– Melakukan penilaian dampak awal.
- Sistem AI yang Gesit dan Kolaboratif:
– Memastikan ketersediaan sistem AI yang terukur.
– Mengintegrasikan aplikasi AI ke dalam proses tim pengiriman.
Strategi Pengadaan AI yang Bertanggung Jawab
- Strategi Bisnis:
– Menilai dampak AI pada keputusan bisnis dan hasil.
– Menyelaraskan tujuan bisnis dengan kemampuan AI.
- Strategi Komersial:
– Mengidentifikasi solusi AI yang sesuai dengan persyaratan komersial.
– Memastikan ROI dan mengelola ketidakpastian hasil bisnis.
- Strategi Data:
– Menyediakan data yang relevan dan menilai kualitasnya.
– Merencanakan strategi data masa depan dan tata kelola data.
- Etika dan Keberlanjutan:
– Mengelola bias dan memastikan standar etika dalam sistem AI.
– Mengatasi risiko etika dan memastikan dampak positif.
- Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan:
– Menetapkan kebijakan dan akuntabilitas untuk penggunaan AI.
– Mengelola risiko data, keamanan siber, dan kepatuhan hukum.
Dengan mengikuti panduan ini, organisasi dapat mencapai tujuan bisnis mereka sambil mempertimbangkan aspek etika, data, dan risiko. Adopsi AI yang bertanggung jawab akan membantu perusahaan untuk tidak hanya tumbuh dan berkembang, tetapi juga menjaga integritas dan kepercayaan dalam penggunaan teknologi canggih ini.
Artikel ini telah diterbitkan oleh World Economic Forum, dengan judul Adopting AI Responsibly: Guidelines for Procurement of AI Solutions by the Private Sector. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Manajemen Risiko Alam: Mulai dari Pemahaman hingga Tindakan
Bisnis modern tidak bisa mengabaikan ketergantungan pada alam dalam memasok barang dan jasa yang sangat dibutuhkan. Pemahaman mendalam tentang hubungan ini menjadi kunci pertama dalam pengelolaan risiko dan peluang yang dihadapi.
Ketergantungan Bisnis pada Alam
Setiap perusahaan, pada tingkat tertentu, bergantung pada alam. Alam menyediakan sumber daya berharga seperti kayu dan air, serta menyediakan perlindungan dan pemurnian lingkungan. Tanah subur, serangga penyerbuk, dan berbagai layanan ekosistem lainnya mendukung produksi dan operasi bisnis. Dari segi ekonomi, sekitar 55% dari produk domestik bruto (PDB) global—setara dengan sekitar US$58 triliun—bergantung pada alam dalam tingkat sedang atau tinggi.
Paparan Risiko Bisnis terhadap Alam
Paparan risiko bisnis terhadap gangguan alam sangatlah luas. Di beberapa industri, seperti pertanian dan kehutanan, seluruh nilai ekonomi operasi perusahaan dapat terhapus karena gangguan terhadap ekosistem. Bahkan di industri lain, setidaknya 35% nilai ekonomi operasi perusahaan menunjukkan ketergantungan yang tinggi atau sedang pada alam, yang berarti gangguan ekosistem dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.
Tantangan bagi Investor
Investor juga tidak luput dari paparan risiko alam. Lebih dari separuh nilai pasar perusahaan tercatat pada 19 bursa saham besar memiliki risiko terkait alam, karena ketergantungan perusahaan tercatat pada alam yang moderat atau tinggi.
Tindakan yang Diperlukan
Mengingat risiko yang semakin meningkat akibat penurunan kualitas alam, pemimpin bisnis harus mengambil tindakan konkret. Salah satunya adalah dengan mengukur ketergantungan dan dampak alam pada operasi perusahaan serta mengevaluasi risiko dan peluang yang terkait.
Pentingnya Kesadaran dan Tindakan
Semua industri, tanpa terkecuali, memiliki paparan terhadap risiko alam dalam rantai nilai mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk melakukan inventarisasi barang-barang yang digunakan dan menelusuri sumber biologisnya. Hal ini akan membantu dalam memahami ketergantungan dan dampak alam yang mendasari operasi bisnis.
Inisiatif untuk Pengelolaan Risiko dan Peluang
Pengelolaan risiko dan peluang alam tidak hanya menjadi tanggung jawab bisnis, tetapi juga merupakan kewajiban moral dan lingkungan. Perusahaan perlu mencari model bisnis yang ramah lingkungan, mengukur dan melaporkan dampaknya secara transparan, serta menetapkan ambisi untuk memitigasi risiko dan menciptakan nilai dengan mengelola interaksi dengan alam dengan lebih baik.
Kesimpulan
Penurunan yang drastis di alam menuntut para pemimpin bisnis untuk tidak lagi mengabaikan risiko yang berasal dari kerentanan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dengan memahami ketergantungan perusahaan pada alam, langkah selanjutnya adalah menentukan ancaman dan peluang yang mungkin dihadapi serta mengambil langkah-langkah proaktif untuk menuju masa depan yang berkelanjutan bagi bisnis dan masyarakat.
Artikel ini telah diterbitkan oleh PWC, dengan judul Managing Nature Risks: From Understanding to Action. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Kunci Sukses Perencanaan Bisnis dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Mengelola sebuah bisnis itu sulit, terutama saat dunia terus berubah dan sulit ditebak. Kita sering membuat rencana bisnis, tapi mengapa kadang-kadang rencana itu tidak berjalan seperti yang kita inginkan?
Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa banyak perusahaan memiliki kelemahan dalam merencanakan masa depan mereka. Beberapa perusahaan mencoba memperbaiki cara mereka merencanakan bisnis, tapi masih ada hambatan. Salah satunya adalah sulitnya menghubungkan rencana-rencana dari berbagai bagian perusahaan.
Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan sekarang menggunakan platform Integrated Business Planning (IBP). IBP ini membantu perusahaan membuat rencana yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah.
IBP menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu perusahaan membuat rencana yang lebih akurat dan efisien. Dengan IBP, perusahaan bisa menghubungkan semua bagian rencana bisnis mereka, seperti bagaimana mengelola pasokan dan bagaimana meramalkan permintaan.
Manfaat dari IBP ini banyak. Pertama, IBP membuat proses perencanaan lebih cepat. Dengan bantuan teknologi, perusahaan bisa menghemat waktu dalam membuat rencana bisnis mereka. Kedua, IBP membuat proses perencanaan lebih mudah. Dengan bantuan teknologi, perusahaan bisa menyatukan semua bagian rencana bisnis mereka ke dalam satu platform yang mudah diakses dan diatur. Ketiga, IBP membuat rencana bisnis menjadi lebih baik. Dengan bantuan teknologi, perusahaan bisa membuat rencana bisnis yang lebih akurat dan efisien.
Namun, menggunakan IBP bukanlah hal yang mudah. Perusahaan harus siap menghadapi tantangan dan investasi yang besar. Mereka perlu mengumpulkan dan membersihkan data, membangun proses perencanaan yang baru, dan memastikan semua orang dalam perusahaan bisa menggunakan teknologi tersebut.
Namun, jika perusahaan bisa mengatasi tantangan ini, mereka akan mendapatkan banyak manfaat. Mereka akan bisa membuat rencana bisnis yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah. Dan ini akan membantu mereka menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.
Artikel ini telah diterbitkan oleh BCG pada 19 Juli 2023, dengan judul AI Can Transform Integrated Business Planning. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Pentingnya Merencanakan Keuangan di Perguruan Tinggi
Kini, perguruan tinggi dan universitas dihadapkan pada tantangan besar terkait uang mereka. Pendapatan dan pengeluaran mereka semakin sulit diatur. Namun, ada cara untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang sambil tetap memenuhi tujuan pendidikan.
Pandemi COVID-19 telah mengganggu kehidupan kita, termasuk keuangan perguruan tinggi. Pendanaan dari pemerintah dan jumlah siswa yang mendaftar menurun. Sementara itu, biaya untuk staf, bangunan, dan teknologi terus meningkat. Tambah lagi dengan siswa yang memilih untuk belajar jarak jauh setelah pandemi, institusi pendidikan tinggi memiliki banyak masalah.
Tapi, jangan khawatir! Ada cara untuk mengatasi masalah ini. Institusi bisa memodernisasi cara mereka merencanakan anggaran. Dengan begitu, mereka bisa tetap stabil finansialnya dan terus menjalankan misi mereka.
Sebagai pemimpin di perguruan tinggi, Anda perlu akses data yang akurat dan tepat waktu tentang berbagai hal, seperti jumlah siswa, pengajar, dan biaya lainnya. Ini tidak mudah dilakukan, terutama saat ada banyak hambatan.
Namun, teknologi bisa menjadi teman Anda di sini. Dengan teknologi cloud yang tepat, Anda bisa mengelola semua data dengan mudah. Anda dapat melihat strategi, misi, dan sumber daya Anda dalam satu tempat. Ini akan membantu Anda menghindari masalah dan menemukan solusi sebelum menjadi besar.
Langkah lain yang perlu Anda lakukan adalah merencanakan keuangan dengan cermat. Jangan hanya memikirkan masa kini, tetapi juga masa depan. Misalnya, jika Anda ingin menambah jumlah siswa, pertimbangkan biaya apa yang akan diperlukan dan apakah itu akan menghasilkan pendapatan tambahan yang cukup.
Penting juga untuk memastikan bahwa rencana keuangan Anda sejalan dengan rencana strategis Anda. Jika tidak, misi Anda bisa terancam. Jadi, pastikan Anda memiliki rencana keuangan yang kuat dan dapat diandalkan.
Dan jangan lupakan teknologi. Pilihlah alat yang tepat untuk membantu Anda menganalisis data dan membuat rencana keuangan yang akurat. Dengan begitu, Anda dapat membuat keputusan yang bijak untuk masa depan institusi Anda.
Jadi, jangan biarkan masalah keuangan mengancam misi Anda. Dengan perencanaan yang baik dan teknologi yang tepat, Anda bisa menjaga perguruan tinggi Anda tetap kuat dan sehat secara finansial.
Artikel ini telah diterbitkan oleh Huron, dengan judul When Your Finances Are at Risk, Your Mission Is at Risk. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Membangun Organisasi yang Kuat: Tips Manajemen Risiko yang Penting untuk Bisnis
Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, perusahaan dihadapkan pada banyak risiko yang bisa mempengaruhi kegiatan operasional, keuntungan, dan kesuksesan mereka secara keseluruhan. Untuk menghadapi tantangan ini, penting bagi bisnis untuk memiliki strategi manajemen risiko yang baik yang bisa mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi risiko.
Berikut adalah beberapa tips dan praktik terbaik untuk manajemen risiko dalam bisnis, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi situasi sulit dan tidak pasti.
- Bangun Kerangka Manajemen Risiko yang Jelas
Membangun kerangka kerja yang jelas akan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi tujuan, peran, tanggung jawab, dan proses yang diperlukan untuk mengelola risiko dengan baik.
- Kenali dan Nilai Risiko
Identifikasi dan penilaian risiko adalah langkah awal yang penting. Ini membantu perusahaan untuk memahami risiko yang mereka hadapi dan mengembangkan strategi untuk mengatasi risiko tersebut.
- Terapkan Strategi Mitigasi Risiko
Setelah risiko diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengembangkan dan menerapkan strategi untuk mengurangi dampaknya. Ini bisa termasuk langkah-langkah untuk melindungi aset perusahaan dan reputasi mereka.
- Pantau dan Evaluasi Risiko secara Berkala
Manajemen risiko adalah proses berkelanjutan yang memerlukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus. Ini memastikan bahwa strategi yang diterapkan tetap efektif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
- Budayakan Kesadaran Risiko
Penting untuk membangun budaya di perusahaan yang mendorong karyawan untuk secara aktif mengidentifikasi dan melaporkan risiko potensial. Komunikasi terbuka dan pendekatan proaktif sangat diperlukan dalam hal ini.
- Manfaatkan Teknologi dan Analitika Data
Teknologi dan analitika data dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko dengan lebih efisien. Ini memungkinkan mereka untuk tetap berada di depan risiko yang muncul.
- Investasi dalam Pelatihan dan Pendidikan
Melalui investasi dalam pelatihan, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berkontribusi dalam upaya manajemen risiko.
- Ulasan dan Perbaikan Teratur
Praktik manajemen risiko perlu secara teratur ditinjau dan diperbaiki agar tetap relevan dengan perubahan lingkungan bisnis dan risiko yang muncul.
Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan dapat membangun ketangguhan mereka dan berhasil menghadapi ketidakpastian di pasar. Prioritaskan manajemen risiko sebagai bagian penting dari strategi bisnis untuk memastikan kesuksesan jangka panjang.
Artikel ini telah diterbitkan oleh ERMA, dengan judul Building a Resilient Organization: Effective Risk Management Strategies for Businesses. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Ancaman Risiko Pihak Ketiga yang Muncul dalam Perbankan
Di tengah transformasi digital yang terus berlangsung, perbankan menghadapi tantangan baru terkait dengan risiko pihak ketiga. Dua faktor utama yang muncul sebagai penyebab risiko ini adalah perjanjian material perangkat lunak atau Software Bill of Materials (SBOM) dan dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap keamanan siber.
SBOM menjadi faktor risiko pertama yang memerlukan perhatian serius dari bank-bank. SBOM merujuk pada inventarisasi rinci dari komponen perangkat lunak, sejenis daftar bahan yang menyusun suatu produk perangkat lunak tertentu. Semakin kompleks perangkat lunak, semakin sulit juga memahami risiko potensial yang terkandung di dalamnya.
Di sisi lain, risiko keamanan siber, meskipun bukan topik baru, semakin meningkat signifikansinya. Kemajuan baru-baru ini dalam kedewasaan AI telah memperkenalkan paradigma unik di mana AI dapat digunakan untuk melancarkan serangan yang rumit sekaligus digunakan sebagai alat untuk pertahanan siber.
Dengan kedua faktor risiko ini semakin berkembang, penting bagi bank-bank untuk berinvestasi sekarang juga. Langkah awal yang direkomendasikan termasuk mendirikan visi baru untuk ketahanan siber, mengadopsi model pembagian SBOM yang efektif, dan menyesuaikan perjanjian vendor yang ada dengan pertimbangan SBOM.
Dengan mengatasi tantangan ini secara tepat waktu, bank-bank dapat lebih siap menghadapi risiko-risiko yang muncul dan melindungi operasi mereka untuk masa depan.
Artikel ini telah diterbitkan oleh Kearney pada 27 Juli 2023, dengan judul What Are The Emerging Third-Party Risks That Banks Should Consider?. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Memperkuat Organisasi: Strategi Manajemen Risiko yang Efektif untuk Bisnis
Di dunia yang terhubung seperti sekarang ini, bisnis menghadapi berbagai risiko yang bisa mengganggu operasi. Namun, seringkali bisnis tidak menyadari sepenuhnya risiko-risiko ini atau memilih untuk mengabaikannya. Namun, seperti yang kita lihat dari beberapa peristiwa terbaru, risiko-risiko ini bisa muncul tiba-tiba dan menyebabkan kerugian yang besar bahkan bagi bisnis yang sudah siap.
Dalam artikel yang diterbitkan di Intelligent Risk pada Mei 2023, terdapat berbagai faktor yang membuat risiko-risiko ini semakin rumit dan menawarkan strategi untuk mengelola risiko dengan efektif. Adalah dua faktor utama yang membuat risiko-risiko ini semakin berbahaya bagi bisnis: ketidaktahuan dan kesengajaan untuk tidak melihat.
Ketidaktahuan seringkali karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana risiko-risiko ini saling terkait. Misalnya, bisnis mungkin tidak menyadari bahwa ketegangan antara negara-negara di wilayah yang jauh bisa mempengaruhi operasi mereka, seperti yang dialami oleh produsen roti di Asia Tenggara saat konflik Rusia-Ukraina memengaruhi harga gandum.
Sementara itu, kesengajaan untuk tidak melihat terjadi ketika bisnis menyadari risiko-risiko ini tetapi memilih untuk mengabaikannya, berpikir bahwa risiko tersebut sangat kecil untuk terjadi. Namun, seperti yang terjadi pada krisis COVID-19 yang mengganggu rantai pasokan global, kelalaian semacam itu bisa berdampak besar.
Untuk mengelola risiko-risiko ini, bisnis harus mengambil langkah-langkah proaktif, termasuk:
- Identifikasi: Bisnis harus benar-benar memahami risiko-risiko yang mereka hadapi, dengan mengambil pelajaran dari bisnis lain dan mendapatkan saran dari ahli.
- Diversifikasi: Setelah mengidentifikasi risiko-risiko tersebut, bisnis harus mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi, seperti yang dilakukan Apple dengan merencanakan rantai pasokan mereka.
- Persiapan: Bisnis harus mempersiapkan diri dengan mengatasi kerentanan yang mungkin ada, menggunakan teknologi seperti pemantauan jarak jauh dan sistem komunikasi canggih.
- Implementasi Cepat: Solusi untuk risiko-risiko ini harus diterapkan dengan cepat untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Penting bagi bisnis untuk mengakui dan mengatasi risiko-risiko ini dengan serius. Dengan mengambil langkah-langkah proaktif dan mengadopsi teknologi yang tepat, bisnis dapat bertahan di tengah perubahan yang cepat di dunia saat ini.
Artikel ini telah diterbitkan oleh PRMIA pada Mei 2023, dengan judul Risk Enhancing Factors. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.
Manajemen Risiko Manusia Membutuhkan Lebih dari Pelatihan Kesadaran
Di zaman sekarang yang penuh dengan teknologi, kita harus waspada terhadap bahaya siber yang mengintai. Organisasi harus memperkuat perlindungan mereka agar tidak terkena serangan. Meskipun teknologi sangat membantu, kesadaran tentang keamanan informasi juga sangat penting.
Menurut laporan tahun 2023, sebanyak 74% dari serangan siber melibatkan manusia, menunjukkan bahwa kita harus serius menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh perilaku manusia. Organisasi harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko tersebut, sama seperti mereka menghadapi risiko lainnya.
Langkah pertama dalam memperkuat keamanan siber adalah dengan menilai risiko secara menyeluruh. Dengan memahami kelemahan dan dampak yang mungkin terjadi, organisasi bisa memprioritaskan langkah-langkah untuk mengurangi risiko tersebut. Melibatkan tim keamanan dan menggunakan informasi tentang ancaman adalah bagian penting dari proses ini.
Strategi untuk mengurangi risiko harus lebih dari sekadar memberi tahu. Karyawan harus diberi pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dan menanggapi ancaman. Pelatihan yang terus-menerus melalui sesi pelatihan reguler dan webinar memastikan bahwa kita tetap waspada terhadap ancaman yang berkembang.
Membangun budaya di mana keamanan adalah prioritas sangatlah penting. Setiap orang di organisasi harus merasa bertanggung jawab untuk menjaga keamanan. Kita harus mendorong karyawan untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan dan memberikan penghargaan atas praktik keamanan yang baik.
Melacak aktivitas karyawan dan menginvestasikan waktu, bakat, dan dana dalam program keamanan sangatlah penting. Perangkat lunak untuk memantau karyawan dan penilaian rutin membantu kita mendeteksi dan mengatasi masalah keamanan dengan cepat. Memiliki anggaran yang memadai juga diperlukan untuk menjalankan program keamanan dengan baik.
Di dunia di mana serangan siber menjadi ancaman yang nyata, kita semua memiliki peran penting dalam melindungi informasi. Dengan meningkatkan kesadaran tentang risiko, membangun budaya keamanan, dan melibatkan semua orang dalam usaha melawan ancaman siber, kita bisa menciptakan masa depan digital yang lebih aman bagi semua orang.
Artikel ini telah diterbitkan oleh ISACA, dengan judul Managing Human Risk Requires More Than Awareness Training. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.