Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

Agenda lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) menjadi fokus utama bagi perusahaan asuransi. Strategi ESG tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong perubahan positif dalam produk, investasi, dan operasi perusahaan.

Perusahaan asuransi sering menghadapi kesulitan dalam mencapai tujuan ESG mereka. Tantangan utama adalah memprioritaskan faktor ESG yang tepat dan mengembangkan strategi yang praktis dan berorientasi nilai. KPMG menyusun langkah-langkah dan pemodelan risiko ESG yang membantu perusahaan asuransi di seluruh dunia.

Area Kunci ESG

  1. Harapan Karyawan

Karyawan memegang peran penting dalam reputasi perusahaan, khususnya terkait dengan klien, pemangku kepentingan, serta target-target baru. Memenuhi harapan karyawan dalam hal ESG dapat meningkatkan keterlibatan dan loyalitas mereka.

  1. Keterlibatan Pelanggan

Perusahaan asuransi harus memiliki tingkat kematangan ESG yang tinggi untuk berinteraksi dengan klien dan memenuhi harapan mereka. Keterlibatan yang baik dengan pelanggan dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan.

  1. Investor dan Badan Pengawas

Investor semakin mempertimbangkan aspek ESG dalam keputusan investasi mereka, sementara badan pengawas memantau kinerja dan transparansi ESG perusahaan. Kepatuhan terhadap regulasi ESG yang terus berkembang menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Berbagai yurisdiksi telah mengembangkan regulasi ESG yang berfokus pada risiko iklim dan ESG sebagai risiko prudensial. Berikut beberapa contoh regulasi ESG di berbagai wilayah:

United Kingdom (UK)

– Pelaporan Energi dan Karbon Efisien (2019)

– Pernyataan Hak Asasi Manusia (2013)

European Union (EU)

– Petunjuk Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (Corporate Sustainability Reporting Directive/CSRD)

– Petunjuk Keseimbangan Gender (mulai efektif Juni 2026)

Asia Pacific Conference (ASPAC)

– Otoritas Regulasi Prudensial Australia (Australian Prudential Regulation Authority/APRA) memperkenalkan CPG 229 (efektif November 2021)

– Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) mengembangkan peta jalan bagi emiten untuk mengungkapkan hal-hal terkait ESG mulai 2022

Amerika

– Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (Securities and Exchange Commission/SEC) menerapkan persyaratan pelaporan iklim secara bertahap dari 2023 hingga 2025

Perusahaan asuransi melihat ESG sebagai platform untuk mendorong target, mengejar inovasi, mengidentifikasi pasar baru, dan meluncurkan kebijakan yang berbeda. Menurut survei, 44 persen CEO perusahaan asuransi menyatakan bahwa program ESG telah meningkatkan kinerja keuangan mereka.

Mengintegrasikan ESG ke dalam strategi perusahaan memberikan manfaat besar, baik dalam operasional internal maupun bagi klien dan pemangku kepentingan. Dua fokus utama dalam pengintegrasian ESG adalah:

  1. Internal Perusahaan

– Tata Kelola: Penerapan mekanisme untuk mengukur dan meninjau kemajuan dalam tujuan dan investasi ESG.

– Manajemen Aset: Pengadaan metodologi untuk menilai risiko dan peluang ESG.

– Net Zero: Penetapan tujuan terukur untuk mengelola risiko di masa depan, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi.

– Tenaga Kerja Masa Depan: Penggunaan data dan pemodelan untuk menciptakan tempat kerja yang setara bagi karyawan.

  1. Eksternal Perusahaan

– Inovasi Produk: Penggunaan teknologi dan gamifikasi untuk mendorong pengurangan risiko bagi pemegang polis dan anggota.

– Kesadaran Risiko yang Lebih Baik: Penanaman elemen-elemen ESG ke dalam model yang sudah ada untuk membantu nasabah memahami risiko mereka dengan lebih baik.

– Pemberdayaan Karyawan: Penciptaan program-program inovatif untuk membantu karyawan mengurangi jejak karbon.

– Pemberian Insentif kepada Perusahaan: Penggunaan kekuatan investasi dan wawasan ESG untuk mendorong portofolio perusahaan guna melakukan dekarbonisasi.

Langkah, Tip, dan Pertimbangan Strategi ESG

Langkah-Langkah Kunci

  1. Identifikasi faktor ESG yang penting.
  2. Atur target/tujuan.
  3. Matangkan strategi ESG.
  4. Susun opsi-opsi strategis.
  5. Buat peta jalan (roadmap).

Tip untuk Mempercepat Strategi ESG

  1. Pahami interaksi kompleks faktor ESG dan pengaruhnya terhadap bisnis.
  2. Libatkan pemangku kepentingan: karyawan, pelanggan, investor, regulator, dan LSM.
  3. Pertimbangkan peluang untuk perubahan positif dalam ekonomi.
  4. Pahami dan patuhi regulasi terkait ESG.
  5. Tetapkan tujuan ESG untuk internal dan eksternal perusahaan.

Pertimbangan untuk Integrasi ESG

  1. Tentukan tujuan: pemimpin, pengikut, atau memenuhi persyaratan.
  2. Identifikasi pasar dan industri dengan peluang pertumbuhan terbesar.
  3. Evaluasi tantangan dan peluang.
  4. Pahami harapan klien dan distributor.
  5. Analisis proses dalam organisasi untuk mendukung tujuan ESG.
  6. Pastikan infrastruktur dan kemampuan yang diperlukan tersedia.
  7. Akses data dan alat analisis yang tepat untuk wawasan ESG.
  8. Pastikan struktur dan tata kelola sesuai dengan tujuan ESG.
  9. Pastikan kepemimpinan dan budaya yang tepat.
  10. Lacak kemajuan dengan akurat dan dorong hasil dengan data ESG untuk pelaporan.

Dengan strategi ESG yang kuat, perusahaan asuransi dapat menciptakan nilai nyata dan berkontribusi pada perubahan positif di seluruh ekosistem bisnis dan masyarakat.

Artikel ini telah diterbitkan oleh KPMG, dengan judul ESG in Insurance: Strategy and Transformation. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.