Persaingan AI dan dinamika geopolitik kini menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan perusahaan. Bukan lagi sekadar soal mengembangkan teknologi, tetapi juga menghadapi perubahan kebijakan, menjaga rantai pasok, hingga membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam diskusi yang digelar firma konsultan Kearney bersama pelaku industri dan praktisi government affairs di Washington DC. Dari pertemuan itu, ada empat isu utama yang dinilai perlu menjadi perhatian perusahaan.
AI Bukan Lagi Sekadar Soal Teknologi
Persaingan AI kini bergeser dari kemampuan membuat model kecerdasan buatan menjadi kemampuan membangun ekosistem pendukungnya.
Kearney menilai perusahaan perlu siap menghadapi perubahan kebijakan, persaingan geopolitik, serta kebutuhan membangun pusat data dalam skala besar. Investasi AI pun terus meningkat. Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta, dan Oracle diperkirakan menggelontorkan belanja modal lebih dari US$1 triliun per tahun mulai 2027 untuk memperkuat infrastruktur AI.
Ketergantungan pada China Perlu Dikurangi
Rantai pasok masih menjadi tantangan besar. China menguasai sebagian besar proses pengolahan logam tanah jarang yang dibutuhkan industri kendaraan listrik, elektronik, hingga pertahanan.
Banyak perusahaan belum mengetahui seberapa besar ketergantungan pemasok mereka terhadap fasilitas di China. Kondisi ini dapat mengganggu produksi jika terjadi pembatasan ekspor atau perubahan kebijakan. Karena itu, perusahaan perlu memetakan rantai pasok dan mencari alternatif sumber pasokan.
Kebijakan Industri Harus Lebih Cepat
Amerika Serikat dinilai aktif menerapkan tarif dan kontrol ekspor. Namun, langkah tersebut belum cukup untuk mempercepat pembangunan industri strategis.
Pembangunan tambang, pabrik semikonduktor, dan infrastruktur energi membutuhkan waktu panjang. Kearney menilai pemerintah perlu memberikan insentif yang lebih jelas, seperti kemudahan perizinan, insentif pajak, atau jaminan harga agar perusahaan lebih berani berinvestasi.
Regulasi AI Perlu Mengimbangi Perkembangan Teknologi
Perkembangan AI berlangsung jauh lebih cepat dibanding proses penyusunan kebijakan.
Peserta diskusi menyoroti berbagai risiko, mulai dari penyalahgunaan AI, ancaman keamanan siber, hingga dampaknya terhadap pendidikan dan dunia kerja. Pemerintah dinilai membutuhkan dukungan keahlian teknis dari industri agar regulasi yang dibuat tetap relevan tanpa menghambat inovasi.
Pusat Data Butuh Dukungan Masyarakat
Pembangunan pusat data menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI. Namun, proyek ini mulai menghadapi penolakan di sejumlah daerah karena kekhawatiran terhadap penggunaan listrik, konsumsi air, kebisingan, dan dampak lingkungan.
Karena itu, perusahaan perlu melibatkan masyarakat sejak awal dan menjelaskan manfaat proyek, seperti penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing.
Artikel ini telah diterbitkan oleh Kearney dengan judul What Government Affairs Leaders Need to Watch Next. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.