Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

AI rantai pasok manufaktur mulai menjadi fokus banyak perusahaan untuk menghubungkan data pelanggan dan operasional yang selama ini berjalan terpisah. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), produsen dapat mengambil keputusan lebih cepat, menekan biaya, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Laporan terbaru Grant Thornton menilai banyak perusahaan manufaktur sebenarnya sudah memiliki data yang sangat berharga. Namun, data tersebut masih tersebar di berbagai sistem sehingga sulit dimanfaatkan secara maksimal. AI dinilai mampu menjadi penghubung yang menyatukan informasi dari berbagai bagian perusahaan.

AI Rantai Pasok Manufaktur Masih Menyimpan Peluang Besar

Selama ini, perusahaan biasanya memiliki sistem Supply Chain Management (SCM) untuk mengelola rantai pasok dan Customer Relationship Management (CRM) untuk mengelola hubungan dengan pelanggan.

Masalahnya, kedua sistem tersebut sering kali berjalan sendiri-sendiri. Tim yang mengelolanya pun berbeda sehingga informasi pelanggan dan kondisi rantai pasok tidak saling terhubung. Akibatnya, perusahaan sulit mengambil keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan pelanggan sekaligus efisiensi operasional.

Kondisi ini membuat banyak produsen harus menghadapi tekanan margin keuntungan, biaya produksi yang berubah-ubah, dan data yang terpisah di banyak sistem.

Dengan bantuan AI, perusahaan dapat menganalisis ribuan produk sekaligus, menemukan penyebab turunnya keuntungan, hingga memberikan rekomendasi harga atau strategi pembelian bahan baku secara lebih cepat.

Data Pelanggan Bisa Membantu Mengatur Produksi

Menurut laporan tersebut, langkah pertama adalah memahami pelanggan secara lebih rinci.

Perusahaan perlu mengetahui pelanggan mana yang paling menguntungkan, produk apa yang paling banyak dibeli, serta berapa biaya untuk melayani setiap pelanggan. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi produksi maupun distribusi.

Setelah itu, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas produksi, tingkat persediaan, hingga layanan pengiriman berdasarkan nilai setiap pelanggan. Pendekatan ini membantu perusahaan menggunakan sumber daya secara lebih efisien sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.

AI Dapat Memberikan Rekomendasi Secara Otomatis

AI dapat bekerja sebagai asisten digital bagi perusahaan. AI mampu menggabungkan data pelanggan, biaya produksi, pemasok, persediaan, hingga performa operasional dalam satu analisis. Dari sana, sistem dapat menemukan penyebab masalah dan memberikan rekomendasi yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam jika dilakukan secara manual.

Namun, kemampuan tersebut sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki perusahaan. AI hanya akan memberikan hasil yang baik jika memperoleh akses ke data yang lengkap dan akurat.

Banyak Penerapan AI Masih Terlalu Sempit

Grant Thornton mengidentifikasi berbagai penggunaan AI yang bisa diterapkan dalam manufaktur. Beberapa di antaranya adalah penyesuaian harga secara dinamis, prediksi permintaan produk, optimalisasi stok, pemilihan pemasok, pengelolaan risiko rantai pasok, penentuan jalur pengiriman, hingga pelaporan keberlanjutan atau ESG. Seluruh penggunaan tersebut membutuhkan integrasi data dari berbagai sistem perusahaan.

Sayangnya, banyak perusahaan masih menggunakan AI hanya untuk kebutuhan tertentu. Sebagian bahkan sekadar ingin menunjukkan bahwa mereka sudah memakai AI tanpa memiliki strategi yang jelas. Akibatnya, manfaat yang diperoleh belum maksimal.

AI Menjadi Penghubung Antarbagian Perusahaan

Grant Thornton menggambarkan AI sebagai jaringan penghubung yang membuat seluruh bagian perusahaan dapat bekerja lebih selaras.

Jika setiap divisi memiliki data yang saling terhubung, pimpinan perusahaan akan lebih mudah menentukan arah bisnis, mengelola risiko, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini dinilai akan menjadi pembeda bagi perusahaan manufaktur yang ingin meningkatkan daya saing di masa depan.

Artikel ini telah diterbitkan oleh Grant Thornton dengan judul AI Can Integrate Supply and Demand in Manufacturing. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.