Pada Rabu, 17 Juni 2026, Webinar SRRF bertajuk “Sinergi MRPN dan MRPD: Strategi Penyelarasan Risiko Pembangunan Pusat dan Daerah” diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada pukul 09.00—11.00 WIB.
Sebagai bagian dari rangkaian The Golden Road to Sumatera Risk and Resilience Forum (SRRF) 2026, webinar ini menjadi langkah awal memahami pentingnya penyelarasan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) dan Manajemen Risiko Pembangunan Daerah (MRPD) sebagai fondasi tata kelola pembangunan yang efektif.
Sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 (Perpres 39/2023) tentang MRPN, pemerintah mendorong tata kelola pembangunan yang lebih akuntabel dan efektif. Melalui penerapan MRPD sebagai turunan dari MRPN, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu terjalin untuk memastikan bahwa setiap sasaran strategis daerah selaras dengan prioritas nasional. Selain itu, sasaran strategis tersebut diharapkan memiliki ketahanan terhadap berbagai ketidakpastian yang dapat menghambat pencapaian target pembangunan.
Kegiatan ini menghadirkan Prakosa Grahayudiandono, S.E., M.P.A., Direktur Sistem dan Manajemen Risiko Kementerian PPN/Bappenas, sebagai narasumber. Moderator dalam acara ini adalah Joko H. Wibowo, anggota pengurus bidang kompetensi IRMAPA sekaligus pengurus Apdaktinas.
Deskripsi Program SRRF 2026
Webinar ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam manajemen risiko pembangunan. Berdasarkan urgensi tersebut, SRRF 2026 digelar dengan tema “Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Melalui Manajemen Risiko Pembangunan Daerah (MRPD)”.
SRRF 2026 menargetkan partisipasi strategis para pemangku kepentingan di daerah sebagai faktor penting dalam membangun sistem manajemen risiko yang terintegrasi. Pemangku kepentingan yang dimaksud mencakup sebagai berikut.
- Pimpinan daerah (gubernur, bupati, wali kota, dan sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan risiko daerah)
- Organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat Daerah (APIP), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta kepala badan/dinas terkait.
- Sektor korporasi daerah dan publik (direksi dan komisaris badan usaha milik daerah/BUMD, pimpinan kantor perwakilan badan usaha milik negara/BUMN di wilayah Sumatera, serta manajemen risiko dan kepatuhan pada instansi publik)
- Akademisi, praktisi, konsultan, dan profesional di bidang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan
The Golden Road to SRRF 2026
Pelaksanaan webinar ini diharapkan dapat membangun momentum sekaligus memperluas pemahaman mengenai implementasi MRPD sebelum penyelenggaraan SRRF 2026. Secara umum, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai tiga aspek utama, yaitu policy synergy (penyelarasan sasaran strategis daerah dengan prioritas nasional melalui integrasi MRPN dan MRPD); resilience insight (wawasan penguatan ekosistem pembiayaan pembangunan daerah, stabilitas makroekonomi, dan penanganan risiko fiskal); serta ecosystem collaboration (pembangunan sinergi kolaboratif antara pemerintah daerah, perbankan, pengawas, dan profesional dalam mengawal akuntabilitas dan keberlanjutan MRPD).
Webinar ini merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian acara The Golden Road. Kegiatan-kegiatan selanjutnya akan diselenggarakan dari Juli hingga Agustus 2026 sebagai berikut.
- 1 Juli 2026
- Acara: Webinar “Mengawal Anggaran, Mengelola Risiko: Tata Kelola Keuangan Daerah untuk Keberhasilan Implementasi MRPD”
- Moderator: PPM Manajemen
- Pembicara: Horas Maurits Panjaitan (Sesditjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri)
- 15 Juli 2026
- Acara: Webinar “Membangun Ketahanan Daerah: Urgensi dan Implementasi MRPD untuk Pembangunan Berkelanjutan”
- Moderator: Ketua Yayasan LP2BM
- Pembicara: Sulaiman Harahap (PJ Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara)
- 12 Agustus 2026
- Acara: SRRF 2026 “Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Melalui Manajemen Risiko Pembangunan Daerah (MRPD)”
- Kata sambutan: Bobby Nasution (Gubernur Sumatera Utara)
Secara umum, SRRF 2026 merupakan wadah strategis untuk mempercepat internalisasi dan implementasi MRPD, khususnya di wilayah Sumatera. Forum ini diharapkan mampu menjembatani pemahaman antara regulator pusat dan pelaksana di daerah demi memastikan bahwa transisi menuju tata kelola berbasis risiko berjalan sistematis dan terukur.


