Pada Selasa, 9 Juni 2026, Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan webinar bertajuk “Mengawal Proyek Strategis Nasional melalui Penguatan Kapasitas SDM Bidang Manajemen Risiko”.
Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan Ketua Umum IRMAPA Charles R. Vorst dan Ketua Program Studi Magister Teknik dan Manajemen Industri Undip Prof. Dr. rer. oec. Arfan Bakhtiar, S.T., M.T. sebagai narasumber, dengan dimoderatori Fitri Sawitri.
Webinar ini mengangkat pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) guna mengawal proyek strategis nasional (PSN). Melalui forum ini, peserta diajak memahami bagaimana manajemen risiko dapat membantu menghadapi ketidakpastian sekaligus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional.
Charles R. Vorst: MRPN yang Mengawal PSN
Dalam paparannya, Charles R. Vorst menjelaskan bahwa Indonesia memasuki tahap awal RPJMN 2025—2029 sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemanfaatan manajemen risiko untuk membantu menghadapi ketidakpastian sekaligus mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Charles menjelaskan, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2023, pemerintah menetapkan MRPN sebagai instrumen untuk mendukung sasaran pembangunan nasional. Menurutnya, manajemen risiko tidak hanya mengelola downside risk atau potensi terjadinya hal-hal yang merugikan, tetapi juga upside risk, yaitu pengelolaan berbagai faktor yang dapat menggagalkan tercapainya PSN dan program prioritas nasional.
Lebih lanjut, Charles menyoroti penerapan MRPN lintas sektor yang menghadapi perbedaan tingkat kematangan manajemen risiko. Kondisi ini ditemukan di berbagai kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (pemda), badan usaha milik negara (BUMN), dan entitas lainnya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas organisasi dan kompetensi SDM menjadi penting agar koordinasi lintas sektor dapat berjalan efektif.
Charles menekankan, keberhasilan manajemen risiko ditentukan oleh kualitas SDM. Menurutnya, “risk management is 80% people and 20% process and technology”. Artinya, kompetensi, budaya risiko, dan kemampuan SDM dalam manajemen risiko menjadi faktor utama efektivitas MRPN.
Prof. Arfan Bakhtiar: Penguatan SDM Melalui Pendidikan dan Kolaborasi
Prof. Arfan Bakhtiar menjelaskan bahwa tantangan pelaksanaan PSN tidak hanya berkaitan dengan aspek pendanaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya tata kelola, budaya kerja, hingga silo mentality. Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Arfan menjelaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM: pelatihan berbasis ISO 31000, sertifikasi kompetensi, pembelajaran berbasis studi kasus, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan pendidikan akademik.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Studi Magister Teknik dan Manajemen Industri Undip mengembangkan konsentrasi Enterprise Risk Management (ERM). Kurikulum ini disusun oleh Program Magister Teknik dan Manajemen Industri Undip bersama IRMAPA.
Konsentrasi S-2 ERM akan dilaksanakan dalam empat semester yang berturut-turut memuat 18, 15, 12, dan 9 SKS (total 54 SKS). Prof. Arfan memaparkan beberapa mata kuliah yang akan dibahas dalam tiap semester untuk memberikan gambaran nyata. Misalnya, pada semester 1, mahasiswa akan mempelajari Advanced Statistics dan Data Analitics; sedangkan pada semester 2, mereka akan mendapat mata kuliah Enterprise Risk Management dan Quantitative Risk Management. Pada semester 3 dan 4, mahasiswa akan menghadapi pengerjaan tesis, mulai dari laporan riset hingga sidang akhir. Dalam perkuliahan, mahasiswa juga akan mendapatkan mata kuliah pilihan, antara lain, Sustainability Risk Management dan Cyber Risk Management.
Dalam pelaksanaannya, perkuliahan akan ditempuh melalui 11 pertemuan daring dan 3 pertemuan luring dengan menggunakan block system dalam satu pekan. Seluruh perkuliahan didukung oleh 20 dosen, dengan 9 guru besar di antaranya.
Melalui webinar ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penguatan kompetensi SDM dalam penerapan MRPN. Kolaborasi antara IRMAPA dan Undip diharapkan dapat mendukung ekosistem manajemen risiko guna mengawal PSN dan sasaran pembangunan nasional.
Sesi webinar ditutup dengan diskusi dan tanya jawab bersama para peserta dan narasumber.


