Penulis: Winsky

Apa yang seharusnya kita lakukan ketika menghadapi suatu risiko? Apa lagi jika bukan mencari tahu penyebab dan akibatnya. Mengetahui keduanya dapat membantu kita untuk menerapkan kendali yang tepat untuk menangani secara langsung penyebab dan akibat yang dapat dihasilkan apabila risiko tersebut terjadi. Walaupun risiko masih bersifat potensial, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan kendali-kendali untuk menghadapi risiko tersebut sebelum terjadi, seperti kata pepatah “sedia payung sebelum hujan”.

Sedia payung sebelum hujan, bukanlah semata pepatah yang tak bermakna. Dalam Praktik pengelolaan risiko, pepatah tersebut menjadi dasar berpikir dalam menentukan dan mempersiapkan kendali menghadapi risiko yang berpotensi terjadi dimasa yang akan datang. Bagaimana kita dapat menentukan kendali atas sebuah risiko? Hal yang perlu kita lakukan adalah cari dan kenalilah penyebab dari suatu risiko yang telah diidentifikasi. Teknik yang dapat digunakan untuk mencari dan mengenali hal tersebut adalah Teknik Analisis Sebab dan Akibat (Cause and Effect Analysis – CEA). (Rujukan: https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2020/03/Cause-and-Effect-Analysis.pdf)

‘Analisis Sebab dan Akibat’ atau ‘Cause and Effect Analysis – CEA’ dalam artikel ini terbagi dalam tiga bagian, yaitu:

  1. Tujuan Teknik ‘Analisis Sebab dan Akibat’
  2. Pelaksanaan Teknik ‘Analisis Sebab dan Akibat’
  3. Kekuatan dan kelemahan ‘Analisis Sebab dan Akibat’

 

1) Tujuan Teknik ‘Analisis Sebab dan Akibat’

Teknik CEA atau sering disebut diagram tulang ikan atau diagram Ishikawa – yang dinamai berdasarkan penemunya Kaoru Ishikawa, merupakan alat yang digunakan untuk membantu memetakan penyebab dari suatu risiko. Penggunaan teknik ini dapat dikombinasikan dengan teknik curah pendapat (brainstorming) untuk membuka pemikiran dalam mempertimbangkan kemungkinan penyebab dari sebuah risiko, yang tentunya akan lebih baik jika melibatkan beberapa pihak yang terhubung dengan risiko tersebut.

Pada awalnya, teknik ini dikembangkan sebagai alat pengendalian kualitas (quality control). Namun, seiring berjalannya waktu, teknik ini juga dapat digunakan untuk:

  1. Mencari akar penyebab masalah.
  2. Mencari kemacetan (bottleneck) dalam proses Anda.
  3. Mengidentifikasi di mana dan mengapa suatu proses tidak bekerja.

 

2) Pelaksanaan Teknik ‘Analisis Sebab dan Akibat’

Penerapan teknik CEA dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Identifikasi Risiko
  2. Pilih Satu Risiko
  3. Identifikasi Kategori Penyebab Utama
  4. Identifikasi Penyebab
  5. Analisa Diagram dan Berikan Rekomendasi

(Catatan: rincian dari setiap langkah di atas tersedia gratis di e-book yang ditulis oleh Dr. Antonius Alijoyo dan tim – https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2020/03/Cause-and-Effect-Analysis.pdf)

 

3) Kekuatan dan kelemahan ‘Analisis Sebab dan Akibat’

Kekuatan :

  • Merupakan alat bantu yang sangat mudah untuk dipahami dan dianalisis;
  • Membantu mengidentifikasi akar penyebab dan bottleneck pada suatu proses;
  • Melibatkan diskusi yang mendalam dari suatu risiko dan mengedukasi tim secara keseluruhan.

Kelemahan :

  • Tidak adanya pembeda mana penyebab yang kritis dan yang tidak kritis pada visualisasi diagram;
  • Dapat terjadinya proses identifikasi yang terlalu lama hanya untuk mencari penyebab yang belum tentu berpengaruh signifikan;
  • Hubungan timbal balik yang kompleks dari berbagai penyebab sulit ditunjukkan pada diagram ini.

 

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Salam.