Penulis: Winsky

Ingatkah Anda dengan istilah “mencegah lebih baik dari pada mengobati?”, istilah tersebut biasa digunakan untuk membandingkan suatu peristiwa yang berhasil dicegah dengan suatu peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi serta membutuhkan banyak sumber daya untuk perbaikan karena keterjadiannya.

Istilah tersebut pun sering pula digunakan dalam konteks organisasi yang mana kata “mencegah” dalam istilah tersebut, identik dengan upaya menurunkan tingkat kemungkinan terjadinya suatu peristiwa risiko. Sementara itu, kata “mengobati” identik dengan upaya menurunkan tingkat dampak atau konsekuensi apabila peristiwa risiko terjadi.

Lebih lanjut, istilah mencegah dan mengobati dalam tataran organisasi mencakup sampai pada aktivitas menentukan jenis perlakuan seperti apa yang diperlukan untuk mencegah dan mengatasi suatu peristiwa risiko. Permasalahannya adalah, untuk membedakan apakah suatu penanganan ditujukan untuk mencegah atau mengobati merupakan hal yang tidak mudah. Anda dapat membayangkan fungsi rem pada kendaraan bermotor, apakah rem tersebut digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau untuk mengurangi dampak dari terjadinya kecelakaan?

Tidak sedikit organisasi yang salah dalam menangani peristiwa risiko karena kesalahan dalam menerapkan penanganannya. Untuk menangani hal tersebut, terdapat teknik atau alat bantu yang cukup populer digunakan, yaitu Analisis Akar Penyebab (Root Cause Analysis – RCA). RCA berfungsi untuk menjawab pertanyaan mengapa suatu peristiwa risiko dapat terjadi. Sesuai dengan namanya, RCA berfokus pada proses identifikasi sumber risiko atau masalah untuk menentukan:

  1. Apa yang terjadi;
  2. Mengapa hal tersebut terjadi;
  3. Menurunkan tingkat kemungkinan peristiwa risiko dapat terjadi atau menurunkan tingkat konsekuensi dari peristiwa risiko yang terjadi.

(Rujukan: https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2020/03/Root-Cause-Analysis-1.pdf)

 

1) Penggunaan Teknik ‘Analisis Akar Penyebab’

Teknik RCA dapat diaplikasikan pada hampir seluruh situasi. Untuk menerapkannya, berikut ini merupakan lima langkah yang dapat dijadikan acuan:

  1. Identifikasi Peristiwa Risiko
  2. Kumpulkan Informasi
  3. Identifikasi Seluruh Faktor Penyebab
  4. Tentukan Penyebab Utama
  5. Berikan dan Implementasikan Rekomendasi Perlakuan Risiko

(Catatan: rincian dari setiap langkah di atas tersedia gratis di e-book yang ditulis oleh Dr. Antonius Alijoyo dan tim – https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2020/03/Root-Cause-Analysis-1.pdf)

 

2) Kekuatan dan Kelemahan Teknik ‘Analisis Akar Penyebab’

Kekuatan :

  • Dapat memetakan penyebab-penyebab dari suatu peristiwa risiko secara menyeluruh;
  • Dapat mengidentifikasi penyebab utama dari suatu peristiwa risiko;
  • Melibatkan diskusi yang mendalam dari suatu peristiwa risiko dan mengedukasi tim secara keseluruhan.

Kelamahan :

  • Teknik ini sangat sulit apabila dikerjakan sendiri dan membutuhkan bantuan personil lainnya;
  • Analisis ini membutuhkan waktu yang cukup lama, organisasi mungkin saja tidak memiliki cukup waktu dan sumber daya untuk menganalisis situasi terkait secara menyeluruh;
  • Membutuhkan alat bantu tambahan dalam menjalankan teknik ini, seperti curah pendapat (brainstorming) atau analisis sebab dan akibat (cause and effect analysis).

 

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Salam.