ESG assurance makin penting bagi perusahaan yang ingin menjaga kredibilitas laporan keberlanjutan dan kepercayaan investor. Proses verifikasi independen membantu memastikan informasi dalam laporan ESG (Environmental, Social, dan Governance) dapat dipertanggungjawabkan.
Penerapan ESG kini menjadi bagian dari strategi bisnis banyak perusahaan. Namun, semakin banyak laporan ESG yang diterbitkan juga memunculkan pertanyaan mengenai keakuratan informasi di dalamnya.
Investor mulai memperhatikan kualitas data ESG. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menilai risiko, peluang, serta keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Apa Itu ESG Assurance?
ESG assurance merupakan proses verifikasi independen terhadap informasi dalam sustainability report atau ESG report. Pihak ketiga menilai data, metode pengukuran, serta pengungkapan yang dibuat perusahaan.
Proses tersebut bertujuan memastikan informasi disusun secara akurat dan konsisten. Verifikasi juga dilakukan dengan mengacu pada standar yang berlaku.
Laporan ESG yang sudah melalui assurance memberikan tingkat keyakinan lebih tinggi kepada pembacanya. Investor pun memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai informasi keberlanjutan perusahaan.
ESG Assurance Bantu Cegah Greenwashing
Salah satu alasan ESG assurance semakin mendapat perhatian adalah risiko greenwashing. Istilah tersebut merujuk pada klaim keberlanjutan yang berlebihan atau tidak didukung bukti memadai.
Greenwashing dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah penggunaan klaim lingkungan tanpa indikator yang dapat diukur.
Perusahaan juga bisa dianggap melakukan greenwashing ketika hanya menampilkan pencapaian positif. Tantangan atau kekurangan yang masih dihadapi tidak dijelaskan secara memadai.
Masalah lain dapat muncul dari data yang berubah-ubah setiap tahun. Metodologi pengukuran yang tidak jelas juga dapat membuat laporan ESG sulit dipercaya.
Jika kondisi tersebut terjadi, kepercayaan investor, regulator, dan masyarakat terhadap perusahaan bisa menurun.
Standar yang Digunakan dalam ESG Assurance
Ada beberapa standar yang umum digunakan untuk melakukan verifikasi ESG. Salah satunya adalah ISAE 3000.
ISAE 3000 merupakan standar internasional yang diterbitkan International Auditing and Assurance Standards Board atau IAASB. Standar tersebut banyak digunakan untuk memberikan assurance terhadap informasi non keuangan, termasuk laporan ESG.
Standar lain yang dapat digunakan adalah AA1000 Assurance Standard atau AA1000AS. Standar ini dikembangkan AccountAbility dan berfokus pada kualitas pengelolaan isu keberlanjutan serta keterlibatan pemangku kepentingan.
Penggunaan standar membantu perusahaan membangun proses pelaporan yang lebih terukur. Perusahaan juga dapat memastikan isu yang dilaporkan relevan dengan kondisi bisnis.
Manfaat ESG Assurance Bagi Perusahaan
ESG assurance dapat meningkatkan kredibilitas dan transparansi laporan ESG. Perusahaan juga dapat membangun kepercayaan investor, regulator, serta pemangku kepentingan.
Proses verifikasi dapat membantu menemukan kelemahan dalam pengumpulan data ESG. Temuan tersebut bisa menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pelaporan.
Dari sisi tata kelola, assurance juga membantu perusahaan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pelaporan yang semakin tinggi.
Perusahaan sebaiknya mulai mempertimbangkan ESG assurance ketika sudah rutin menerbitkan sustainability report. Kebutuhan tersebut juga semakin relevan ketika investor mulai memberi perhatian lebih besar terhadap isu ESG.
Assurance yang dilakukan sejak awal dapat membantu membangun sistem pelaporan yang lebih konsisten. Perusahaan tidak perlu menunggu munculnya masalah untuk mulai memeriksa kualitas data ESG.
Bagi perusahaan, laporan ESG kini bukan sekadar dokumen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan. Kredibilitas informasi di dalamnya ikut menentukan tingkat kepercayaan pihak yang membaca dan menggunakannya.
ESG assurance dapat menjadi bagian penting dalam membangun laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan dapat dipercaya. Verifikasi independen juga memberi perusahaan alat untuk mengurangi risiko greenwashing sebelum klaim keberlanjutan dipertanyakan oleh investor maupun publik.
Artikel ini telah diterbitkan oleh CRMS Indonesia dengan judul “Mengapa ESG Report Perlu Assurance? Mencegah Greenwashing dan Meningkatkan Kepercayaan Investor”. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.