Pada Rabu, 10 Juni 2026, RISKHub International Webinar “ISO 31050 & Risk Intelligence: An Approach to Emerging Risks” diselenggarakan oleh Enterprise Risk Management Academy (ERMA) bersama Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA).

Acara yang didukung oleh CRMS, LSP MKS, dan WAY Academy ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada pukul 14.00–16.00 WIB.

Webinar ini mengangkat pentingnya penerapan risk intelligence dalam menghadapi emerging risks yang makin cepat berkembang di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, percepatan teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi global. Dengan pendekatan yang selaras dengan ISO 31050, organisasi didorong untuk tidak hanya berfokus pada risiko yang telah diketahui, tetapi juga membangun kemampuan mengenali sinyal-sinyal awal perubahan agar mampu mengambil keputusan secara lebih proaktif dan memperkuat ketahanan organisasi.

Acara ini dipandu oleh MC Tasha Christina, sedangkan sesi presentasi dimoderatori oleh Reynaldi Hartanto selaku Program Director ERMA. Dua narasumber utama yang dihadirkan adalah Zihramna Afdi (Senior Consultant, Strategic Risk Consulting, Marsh Asia) dan Eko S. Wibowo (Corporate Risk Management Manager, Medco Energy).

Zihramna Afdi: Organisasi Perlu Deteksi Risiko Lebih Awal 

Dalam pemaparannya, Zihramna Afdi menjelaskan bahwa organisasi saat ini beroperasi dalam lingkungan yang berubah cepat, sedangkan sumber-sumber risiko makin saling terhubung. Oleh karena itu, organisasi tidak bisa hanya berfokus pada risiko yang telah diketahui; mereka juga perlu memperhatikan berbagai sinyal awal yang dapat berkembang menjadi risiko pada masa mendatang.

Menurut Zihramna, berbagai perubahan yang dipicu oleh dinamika geopolitik, perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga perubahan sosial menuntut organisasi memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi risiko. Kemampuan tersebut penting agar organisasi memiliki waktu yang memadai untuk menyiapkan respons sebelum risiko berkembang lebih jauh.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah horizon scanning, yaitu proses pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai perubahan di lingkungan eksternal untuk mengenali weak signals, emerging issues, dan discontinuities. Zihramna juga menyoroti kompleksitas risiko geopolitik yang memengaruhi aktivitas bisnis. Fragmentasi geopolitik, peningkatan penggunaan sanksi ekonomi, pembatasan perdagangan, serta perubahan hubungan antarnegara berdampak langsung terhadap rantai pasok, akses pasar, hingga keberlangsungan operasional perusahaan. Karena itu, organisasi perlu memperkuat ketahanan rantai pasok, mengurangi ketergantungan pada satu sumber, serta meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan kebijakan dan kondisi politik.

Lebih lanjut, Zihramna menjelaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan ISO 31050 sebagai panduan dalam mengelola emerging risks. Standar ini mendorong organisasi untuk membangun pengetahuan mengenai risiko yang baru berkembang melalui pemantauan berkelanjutan terhadap perubahan lingkungan guna mendukung pengambilan keputusan strategis, taktis, dan operasional.

Eko S. Wibowo: Risk Intelligence Dukung Pengelolaan Risiko Iklim

Eko S. Wibowo menjelaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman yang diproyeksikan terjadi pada masa depan, melainkan telah dirasakan secara langsung melalui berbagai kejadian yang memengaruhi operasional perusahaan. Beberapa di antaranya dialami oleh aset Medco Energy, antara lain, banjir di fasilitas pembangkit listrik tenaga surya di Sumbawa. Hal ini menjadi pengingat bahwa risiko iklim perlu dikelola secara sistematis.

Berangkat dari kondisi tersebut, Medco Energy mengembangkan pendekatan Climate Change Risk Assessment untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengevaluasi dampak berbagai bahaya iklim terhadap aset perusahaan di Indonesia ataupun luar negeri. Penilaian dilakukan terhadap 80 aset di tiga negara dengan mempertimbangkan berbagai skenario perubahan iklim hingga tahun 2050. Hasil asesmen menunjukkan bahwa beberapa risiko fisik, seperti peningkatan suhu ekstrem, kebakaran hutan, dan tekanan terhadap ketersediaan air, diproyeksikan menjadi ancaman yang signifikan bagi sejumlah aset perusahaan pada masa mendatang. 

Dalam pelaksanaannya, Medco Energy juga mengembangkan Climate Risk Intelligence Platform yang memungkinkan perusahaan menilai tingkat paparan berbagai bahaya iklim pada setiap aset berdasarkan lokasi, karakteristik fasilitas, serta proyeksi iklim dari berbagai sumber data global. Platform tersebut menyediakan informasi mengenai tingkat paparan risiko pada setiap aset sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan penyusunan langkah mitigasi.

Sesi webinar ditutup dengan diskusi dan tanya jawab seputar penerapan ISO 31050 dan risk intelligence serta pengelolaan emerging risks.