Pada Rabu, 18 Februari 2026, webinar bertajuk “Penguatan Penyelenggaraan Keuangan Negara Melalui GRC Terintegrasi” diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara WAY Academy, MRPN Center, Asosiasi GRK Indonesia, dan IRMAPA sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong penguatan tata kelola sektor publik yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berintegritas.
Dengan dipandu oleh MC Adhi Saputro, acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Program WAY Academy Fitri Sawitri serta keynote speech dari Ketua Dewan Pengawas Asosiasi GRK Indonesia Dr. Antonius Alijoyo. Fitri menyebutkan, webinar ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong penguatan tata kelola sektor publik yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berintegritas. Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Antonius juga menekankan bahwa penyelenggaraan keuangan negara tidak dapat lagi mengandalkan pendekatan kepatuhan semata. Maka, melalui forum ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama, rekomendasi praktis, serta kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat integrasi governance, risk management, dan compliance (GRC) agar penyelenggaraan keuangan negara memiliki ketahanan sistemik dalam menghadapi kompleksitas risiko, dinamika kebijakan, serta tuntutan publik.
Melalui webinar ini, diharapkan para peserta mendapatkan pemahaman serta rekomendasi praktis untuk mendorong penguatan penyelenggaraan keuangan negara yang berbasis risiko, berorientasi kinerja, dan berlandaskan integritas. Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Januarti Tiurmaida, Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, serta Dr. Mas Ahmad Daniri, Ketua Umum Asosiasi GRK Indonesia. Sesi diskusi dimoderatori oleh Viktor Riwu Kaho, Sekretaris Jenderal Asosiasi GRK Indonesia.
Dr. Januarti Tiurmaida: Urgensi Integrasi GRC dalam Keuangan Negara
Dalam pemaparannya, Dr. Januarti menjelaskan bahwa penyelenggaraan keuangan negara mencakup siklus perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Lingkup tersebut kini berhadapan dengan lingkungan yang makin dinamis, termasuk ketidakpastian global, transformasi digital, serta tantangan perubahan iklim. Menurutnya, kondisi ini menuntut pendekatan pengelolaan risiko yang sistemik dan terintegrasi.
Dengan adanya sejumlah instrumen pengendalian dan regulasi, Dr. Januarti menyebutkan bahwa reformasi keuangan negara yang telah berjalan selama dua dekade belum sepenuhnya mencegah temuan berulang ataupun meningkatkan persepsi publik terhadap integritas pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu, integrasi GRC memiliki peran penting untuk menggeser pendekatan dari compliance-based menjadi risk-based. Caranya, dengan menempatkan lini pertama sebagai pemilik risiko serta memperkuat fungsi assurance secara terpadu.
Dr. Mas Ahmad Daniri: GRC sebagai Sistem Organisasi Terintegrasi
Dalam paparan nya, Dr. Mas Ahmad Daniri menegaskan bahwa GRC bukanlah kumpulan fungsi yang berdiri sendiri, melainkan sebuah sistem organisasi terintegrasi. Dirinya menilai bahwa fragmentasi regulasi, silo organisasi, serta budaya birokrasi saat ini masih menjadi tantangan utama dalam penerapan GRC.
Untuk itu, Dr. Mas Ahmad mendorong perlunya roadmap GRC yang realistis dan kontekstual. Di dalamnya, penguatan peran pimpinan serta integrasi fungsi assurance di seluruh lini organisasi sangat dibutuhkan. Dengan demikian, GRC tidak hanya menjadi kerangka konseptual, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah nyata dalam meningkatkan efektivitas dan integritas penyelenggaraan keuangan negara.
Webinar ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara aktif oleh para peserta.


