Pada Senin, 29 Desember 2025, Pembukaan Konsentrasi S-2 Enterprise Risk Management (ERM) Departemen Teknik Industri Universitas Diponegoro (Undip) serta Webinar S-2 Teknik dan Manajemen Industri diselenggarakan oleh Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) bersama Program Studi S-2 Teknik dan Manajemen Industri Undip.
Acara yang didukung oleh FMR BUMN ini digelar secara daring melalui Zoom pada pukul 15.30 WIB.
Dengan MC Salma Rahima, acara ini dibuka lewat sambutan dari Ketua IRMAPA Charles R. Vorst. Dalam sambutannya, Charles menyampaikan bahwa pembukaan konsentrasi S-2 ERM di Fakultas Teknik Industri Undip merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas manajemen risiko di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi agar pengelolaan risiko tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga mampu diterapkan secara nyata.
Sambutan juga diberikan oleh Prof. Ir. Nita Aryanti selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Undip. Pada sambutannya, Prof. Nita menegaskan bahwa manajemen risiko kini telah menjadi kebutuhan lintas disiplin dan bagian integral dari tata kelola institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, keberadaan konsentrasi S-2 ERM diharapkan dapat memperkuat relevansi dan daya saing.
Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan materi oleh dua narasumber utama, yaitu Ibnu Suhartanto, S.T., M.B.A. selaku SVP Operational Risk Management PT Pertamina (Persero) serta Prof. Dr. rer. oec. Arfan Bakhtiar, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Magister Teknik dan Manajemen Industri Undip.
Ibnu Suhartanto: Manajemen Risiko Membangun Ketahanan Organisasi
Dalam paparannya, Ibnu Suhartanto menegaskan bahwa risiko adalah efek dari ketidakpastian. Mengacu pada standar ISO 31000, ia menjelaskan bahwa manajemen risiko harus terintegrasi dalam tata kelola, strategi, dan pengambilan keputusan agar organisasi mampu melindungi sekaligus menciptakan nilai serta membangun ketahanan jangka panjang.
Ibnu menyinggung pernyataan Sri Mulyani Indrawati (sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan) mengenai keadaan dunia yang akan terus dibayangi dengan ketidakpastian. Untuk itu, kesiapan institusi dalam menghadapi risiko fiskal, ekonomi, dan geopolitik sangat diperlukan. Ibnu juga mencontohkan praktik manajemen risiko di PT Pertamina (Persero) sebagai organisasi berskala besar. Disebutkan, PT Pertamina (Persero) membutuhkan manajemen risiko dalam setiap kompleksitas bisnis dari hulu ke hilir sebagai perusahaan energi terintegrasi.
Menurut Ibnu, organisasi saat ini memang dihadapkan pada beragam ketidakpastian, mulai dari dinamika ekonomi global, perubahan regulasi, hingga disrupsi operasional. Oleh karena itu, pendekatan manajemen risiko yang sistematis dan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun resiliensi sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis dan institusi.
Prof. Arfan Bakhtiar: Informasi Kurikulum Konsentrasi S-2 ERM
Disebutkan oleh Prof. Arfan Bakhtiar, kurikulum konsentrasi S-2 ERM disusun oleh Program Magister Teknik dan Manajemen Industri Undip bersama IRMAPA. Konsentrasi ini dirancang sebab manajemen risiko telah menjadi tuntutan bisnis dalam banyak pekerjaan. Dengan kata lain, konsentrasi S-2 ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan yang terkait dengan pengelolaan risiko.
Konsentrasi S-2 ERM akan dilaksanakan dalam empat semester yang berturut-turut memuat 18, 15, 12, dan 9 SKS (total 54 SKS). Prof. Arfan memaparkan beberapa mata kuliah yang akan dibahas dalam tiap semester untuk memberikan gambaran nyata. Misalnya, pada semester 1, mahasiswa akan mempelajari Advanced Statistics dan Data Analitics; sedangkan pada semester 2, mereka akan mendapat mata kuliah Enterprise Risk Management dan Quantitative Risk Management. Pada semester 3 dan 4, mahasiswa akan menghadapi pengerjaan tesis, mulai dari laporan riset hingga sidang akhir. Dalam perkuliahan, mahasiswa juga akan mendapatkan mata kuliah pilihan, antara lain, Sustainability Risk Management dan Cyber Risk Management.
Dalam pelaksanaannya, perkuliahan akan ditempuh melalui 11 pertemuan daring dan 3 pertemuan luring dengan menggunakan block system dalam satu pekan. Seluruh perkuliahan akan didukung oleh 17 dosen, dengan 9 profesor di antaranya. Informasi registrasi tersedia pada halaman https://pmb.undip.ac.id atau melalui narahubung M. Isroi (085676697953).
Setelah pemaparan materi selesai dilakukan, webinar ditutup dengan sesi diskusi atau tanya jawab.



