Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan rantai pasok global meningkat hampir 40 persen. Waktu pemulihannya pun bisa mencapai lebih dari 12 minggu. Kondisi ini membuat banyak perusahaan tidak bisa lagi hanya bereaksi setelah masalah terjadi. Mereka perlu mulai mengantisipasi risiko sejak dini.

Karena itu, muncul pendekatan baru bernama anticipatory risk intelligence, yaitu sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan berbagai sumber data untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum benar-benar terjadi.

Sebagian besar perusahaan masih mengandalkan data masa lalu dan laporan rutin. Cara ini kurang efektif karena gangguan saat ini semakin kompleks dan saling berkaitan antarwilayah.

Fakta menunjukkan, kurang dari 20 persen perusahaan yang benar-benar memahami kondisi pemasok lapisan bawah. Padahal, banyak masalah justru berasal dari sana. Selain itu, memperbaiki atau mengganti pemasok bisa memakan waktu hingga dua tahun.

Risiko geopolitik, iklim, siber, dan operasional kini saling memengaruhi. Akibatnya, ketahanan rantai pasok mulai dipandang sebagai aset strategis, bukan sekadar biaya tambahan.

Ketahanan sebagai Investasi

Saat ini, banyak perusahaan memilih berinvestasi pada ketahanan. Mereka menambah stok, membangun cadangan, dan menerima biaya operasional yang lebih tinggi demi menjaga kelancaran pasokan.

Lebih dari 200 miliar dolar telah dialokasikan untuk relokasi produksi agar lebih dekat dengan pasar utama. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu.

Salah satu contoh datang dari perusahaan ritel global yang mampu memprediksi badai lebih awal. Dengan menyiapkan stok penting sebelum bencana datang, mereka berhasil menjaga ketersediaan barang hingga 96 persen. Strategi ini membantu melindungi pendapatan perusahaan.

Pentingnya Sistem Peringatan Dini

Ancaman rantai pasok saat ini tidak berdiri sendiri. Gangguan di satu tempat bisa berdampak luas ke sektor lain. Karena itu, perusahaan perlu memantau tanda-tanda awal dari berbagai sumber.

Beberapa indikator penting antara lain data iklim, kebijakan pemerintah, aktivitas pemesanan, kondisi tenaga kerja, dan perizinan tambang. Misalnya, izin tambang lithium dapat memberi sinyal kekurangan bahan baterai hingga dua tahun sebelumnya. Prediksi mogok kerja juga bisa memberi peringatan beberapa bulan lebih awal.

Perusahaan yang mampu membaca sinyal ini lebih cepat akan memiliki waktu lebih banyak untuk menyiapkan strategi.

Arsitektur Baru Manajemen Risiko

Perusahaan terdepan kini membangun sistem terintegrasi yang menggabungkan data, AI, dan pengambilan keputusan dalam satu platform. Sistem ini bekerja berdasarkan empat prinsip utama.

Pertama, fokus pada titik paling kritis, seperti pemasok utama, wilayah rawan, dan bahan baku penting. Dengan fokus ini, pemantauan menjadi lebih efektif.

Kedua, mengubah sinyal menjadi prediksi. AI membantu memilah data penting dari informasi yang tidak relevan, sehingga risiko bisa terdeteksi lebih awal.

Ketiga, mengukur dampak finansial. Risiko diterjemahkan ke dalam nilai kerugian agar manajemen bisa menentukan prioritas mitigasi secara objektif.

Keempat, menghubungkan deteksi dengan tindakan. Sinyal risiko langsung diteruskan ke tim terkait agar keputusan bisa diambil cepat dan terkoordinasi.

Peran AI dan Keunggulan Kompetitif

AI menjadi pusat sistem risiko modern dengan menggabungkan data ekonomi, kebijakan, cuaca, sentimen pasar, dan logistik dalam satu peta risiko. Dengan informasi ini, pimpinan perusahaan dapat melihat ancaman secara menyeluruh.

Ke depan, perusahaan perlu menjadikan manajemen risiko sebagai agenda utama, berinvestasi pada sistem terintegrasi, dan membangun respons yang cepat. Kemampuan mengantisipasi risiko kini bukan hanya alat bertahan, tetapi juga sumber keunggulan bisnis.

Perusahaan yang siap lebih awal akan lebih tahan menghadapi krisis, menjaga nilai usaha, dan meningkatkan kepercayaan investor.

Artikel ini telah diterbitkan oleh Kearney, dengan judul A New Architecture for Supply Chain Risk Management. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.