Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

Manajemen risiko kian krusial bagi dunia usaha di tengah meningkatnya gangguan global, mulai dari krisis iklim, serangan siber, hingga ketegangan geopolitik. Dalam ekonomi yang saling terhubung, gangguan kecil dapat berdampak besar pada rantai pasok, operasional, dan kinerja keuangan lintas sektor.

Pendekatan manajemen risiko modern tidak lagi terbatas pada asuransi. Perusahaan dituntut memahami dan mengelola risiko secara menyeluruh, termasuk risiko modal dan risiko tenaga kerja, dalam satu kerangka pengambilan keputusan.

Pada aspek risiko modal, manajemen risiko mencakup perlindungan aset dan kelangsungan bisnis melalui transfer risiko, manajemen klaim, reasuransi, analitik risiko, hingga strategi retensi. Laporan global menunjukkan gangguan bisnis masih menjadi risiko utama dunia. Sepanjang 2024, bencana alam menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 368 miliar dolar AS, dengan sekitar 60 persen tidak diasuransikan. Dampaknya dirasakan baik oleh perusahaan besar maupun usaha kecil.

Rob Cusack, Global Claim Preparation, Advocacy and Valuation Leader, menegaskan bahwa dalam ekonomi yang terhubung, gangguan di satu titik dapat cepat berkembang menjadi krisis di banyak tempat.

Selain itu, manajemen risiko juga mencakup risiko tenaga kerja, seperti kesehatan dan kesejahteraan karyawan, kekurangan talenta, serta tekanan kesehatan mental yang berdampak langsung pada produktivitas. Perusahaan yang memanfaatkan analitik SDM mampu mengambil keputusan berbasis data dan membangun ketahanan tenaga kerja.

Setiap industri memiliki profil risiko berbeda, sehingga manajemen risiko harus disesuaikan dengan karakteristik sektor masing-masing. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan generatif, dinilai memberi nilai tambah jika diiringi tata kelola dan kesiapan SDM yang memadai.

Di tengah ketidakpastian global, manajemen risiko bukan lagi fungsi pendukung, melainkan fondasi strategi bisnis. Perusahaan yang mampu mengintegrasikan pengelolaan risiko, manusia, dan strategi akan lebih siap menghadapi guncangan dan membangun kepercayaan jangka panjang.

Artikel ini telah diterbitkan oleh AON, dengan judul Business Interruption: Managing Risk in an Interconnected World Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.