Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

Analisis Prediktif semakin berperan penting dalam transformasi industri asuransi global, seiring pesatnya pertumbuhan data dan kemajuan teknologi analitik. Pendekatan ini membantu perusahaan asuransi memahami risiko secara lebih akurat, terutama ketika model tradisional mulai kesulitan menghadapi kompleksitas data modern.

Industri asuransi kini berada di titik perubahan besar dalam cara mendefinisikan dan mengukur risiko. Volume data global terus meningkat hingga ratusan zettabyte per tahun, dengan mayoritas bersifat tidak terstruktur. Kondisi ini menuntut teknik analisis yang lebih canggih, termasuk kecerdasan buatan dan pemrosesan bahasa alami. 

Analisis Prediktif dan Keterbatasan Model Tradisional

Selama bertahun-tahun, generalized linear model (GLM) menjadi standar dalam analisis data asuransi. Model ini dikenal stabil, transparan, dan relatif mudah dipertanggungjawabkan secara regulasi. Namun, GLM dikembangkan pada era ketika data masih terbatas, jauh sebelum hadirnya dataset berskala besar dengan ratusan variabel.

Akibatnya, analisis prediktif berbasis model tradisional kerap menghadapi keterbatasan. Batasan data, sumber daya, regulasi, privasi, serta pertimbangan bisnis dan budaya perusahaan sering kali mengurangi daya prediksi dan kualitas segmentasi risiko. Meski batasan tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya, dampaknya terhadap akurasi perlu dipahami secara objektif.

Analisis Prediktif dengan Pendekatan Model Lebih Fleksibel

Dalam praktik analisis prediktif modern, model dengan batasan minimal digunakan sebagai alat pembanding untuk mengukur potensi maksimal sebuah data. Model ini tidak ditujukan menggantikan model resmi yang patuh regulasi, melainkan berfungsi sebagai tolok ukur.

Melalui metode seperti gap analysis, perusahaan dapat melihat selisih performa antara model yang sangat dibatasi dengan model yang lebih fleksibel. Selisih ini mencerminkan potensi nilai yang hilang, baik dari sisi profitabilitas, keadilan segmentasi, maupun efektivitas manajemen risiko. Dengan pemahaman tersebut, organisasi dapat menilai apakah suatu batasan memang diperlukan atau justru menghambat inovasi.

Peran Tata Kelola dalam Analisis Prediktif

Penerapan analisis prediktif yang semakin canggih harus dibarengi tata kelola model yang kuat. Prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, keamanan, dan keselamatan menjadi fondasi penting agar model digunakan secara bertanggung jawab.

Di tengah regulasi kecerdasan buatan dan analitik data yang terus berkembang, perusahaan asuransi perlu bersikap proaktif. Penguatan pengawasan internal menjadi kunci untuk mengelola risiko hukum, reputasi, dan kepercayaan publik.

Analisis Prediktif Sebagai Arah Inovasi Asuransi

Kombinasi ledakan data, keterbatasan model lama, dan kemajuan algoritma membuka peluang besar bagi industri asuransi. Analisis prediktif yang diperkaya dengan pendekatan model yang lebih fleksibel dapat mendorong inovasi di berbagai area, mulai dari penetapan harga, underwriting, hingga manajemen klaim.

Pada akhirnya, memaksimalkan analisis prediktif tidak berarti meninggalkan metode konvensional. Pendekatan paling efektif adalah mengombinasikan kekuatan model tradisional dengan teknik analitik modern, disertai tata kelola yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan strategi ini, analisis prediktif berpotensi menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang bagi industri asuransi.

Artikel ini telah diterbitkan oleh OliverWyman, dengan judul A New Frontier In Predictive Analytics. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.