Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

AI dalam manajemen risiko mulai mengubah cara perusahaan mengenali dan mengelola berbagai potensi ancaman bisnis. Teknologi kecerdasan buatan membantu organisasi membaca data dalam jumlah besar dan menemukan pola risiko yang sebelumnya sulit terlihat.

Banyak perusahaan kini memanfaatkan AI untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Teknologi ini membantu tim risiko bekerja lebih cepat dan lebih akurat ketika menilai potensi masalah yang bisa mempengaruhi bisnis.

Laporan KPMG Future of Risk Survey menunjukkan bahwa teknologi AI akan menjadi alat penting bagi fungsi manajemen risiko dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Sebanyak 98 persen responden menyebut percepatan digital seperti AI dan analitik data membantu mereka meningkatkan kemampuan memantau dan mengurangi risiko.

AI dalam Manajemen Risiko Mengubah Proses Tradisional

Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan mengelola risiko dengan cara manual. Tim risiko biasanya mengandalkan spreadsheet, laporan statis, dan analisis berdasarkan data masa lalu. Pendekatan tersebut sering memakan waktu lama. Risiko baru juga sering terlambat terdeteksi karena perubahan bisnis terjadi sangat cepat.

AI dalam manajemen risiko menawarkan pendekatan berbeda. Sistem berbasis kecerdasan buatan mampu membaca data secara otomatis dan memantau indikator risiko secara langsung. Teknologi ini dapat memberi sinyal lebih awal ketika muncul potensi masalah. Perusahaan juga bisa menerima rekomendasi analisis yang membantu pimpinan mengambil keputusan lebih cepat.

AI Membantu Identifikasi Hingga Pelaporan Risiko

Penggunaan AI dapat diterapkan pada berbagai tahap pengelolaan risiko perusahaan.

Pada tahap identifikasi risiko, AI membantu menemukan potensi ancaman baru. Sistem dapat memetakan hubungan antara proses bisnis, kontrol internal, dan area yang memiliki kerentanan.

Pada tahap penilaian risiko, AI menganalisis data untuk menentukan tingkat risiko dengan lebih akurat. Proses yang sebelumnya memerlukan banyak perhitungan manual kini bisa dilakukan secara otomatis.

AI juga membantu proses pemantauan risiko secara berkelanjutan. Tim manajemen risiko dapat melihat perubahan indikator secara real time. Selain itu, proses pelaporan risiko menjadi lebih cepat. Informasi dapat disusun secara otomatis sehingga tim risiko bisa fokus pada analisis dan strategi mitigasi.

Walau membawa banyak manfaat, penggunaan AI dalam manajemen risiko juga menimbulkan tantangan baru. Salah satu isu yang sering dibahas adalah bias algoritma. Sistem AI bisa menghasilkan analisis yang tidak akurat jika data yang digunakan tidak seimbang.

Risiko lain berkaitan dengan privasi data. Penggunaan data dalam jumlah besar harus diikuti pengawasan yang ketat agar tidak melanggar aturan perlindungan informasi. Karena itu, banyak perusahaan tetap menempatkan manusia dalam proses pengawasan. AI digunakan sebagai alat bantu analisis, bukan pengganti keputusan manusia.

Artikel ini telah diterbitkan oleh KPMG, dengan judul AI is Helping Revolutionize Risk Management. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.