MISI

/MISI
MISI2021-01-23T14:00:39+07:00

Sejarah IRMAPA

IRMAPA atau Indonesia Risk Management Professional Association didirikan pada tanggal 30 April 2012 di Jakarta.

IRMAPA mempunyai sumber daya berupa antara lain para ahli dibidang manajemen risiko, potensi keuangan, potensi jejaring, potensi bisnis konsultansi dan pendidikan serta potensi pengembangan dan inovasi yang belum dikonsolidasikan dan disinergikan. Untuk itu diperlukan suatu kesepakatan dan komitmen bersama dari para Anggota, Dewan Pengurus dan Dewan Penasehat tentang arah dan strategi IRMAPA kedepan.

Tujuan IRMAPA adalah:

  1. Menjadikan IRMAPA sebagai organisasi yang representatif memiliki integritas dan kredibilitas didalam melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk mendorong terlaksananya praktik MR dan GCG.
  2. Menjadikan IRMAPA sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan profesional dari profesi MR di Indonesia, termasuk bagi profesi MR yang bergerak di sektor riil, jasa keuangan bank dan bukan bank, sektor pendidikan dan sektor publik.
  3. Menempatkan IRMAPA sebagai organisasi profesi yang dapat bermitra dengan Pemerintah dan lembaga-lembaga profesi lainnya dalam mengembangkan prinsip manajemen risiko dalam tata kelola korporasi dan entitas lainnya.
  4. Menjadikan IRMAPA sebagai organisasi profesi yang bertindak sebagai wadah sekaligus mitra bagi Lembaga-lembaga MR dalam menghasilkan ahi dan praktisi di bidang MR yang handal sehingga dapat bermanfaat bagi perkembangan kegiatan ekonomi nasional
  5. Menjadikan IRMAPA sebagai organisasi dan komunitas yang berperan aktif dalam membangun kesadaran dan budaya risiko di Indonesia.
  6. Menjadikan IRMAPA sebagai lembaga yang kredibel dan memperoleh pengakuan Nasional dan Internasional.

VISI IRMAPA adalah:

“Meningkatkan nilai tambah pada perusahaan dan organisasi serta menciptakan sustainbilitas yang tinggi melalui penerapan budaya risiko dalam segala aspek kegiatan bisnis dan kegiatan”

MISI IRMAPA adalah:

  1. Mendorong dan mempromosikan Penerapan Manajemen Risiko (MR) pada sektor riil, instansi pemerintah, sektor pendidikan, dan jasa keuangan lainnya di Indonesia
  2. Membangun jaringan komunikasi yang optimal di dalam komunitas yang terkait dengan penerapan MR
  3. Meningkatkan kualitas SDM di bidang MR
  4. Meningkatkan kinerja dari para profesional pengelola risiko
  5. Membentuk suatu standar tertentu bagi profesional pengelola risiko