Oleh: Haris Firmansyah, SE & Sekretariat IRMAPA

Risiko politik global meningkat ke level tertinggi dalam sejarah. Survei terbaru pada Januari 2023 menunjukkan, hampir semua CEO (97%) telah mengubah strategi mereka sebagai respons terhadap tantangan geopolitik. Misalnya, 41% dari mereka konfigurasi rantai pasokan mereka kembali, sedangkan 34%-nya keluar dari bisnis di pasar tertentu dan 32% lainnya menghentikan investasi yang direncanakan.

Banyak eksekutif bertanya-tanya: Apakah mereka sudah cukup melakukan transformasi strategi perusahaan untuk beradaptasi dengan risiko geopolitik? Setidaknya, terdapat empat profil risiko politik untuk diperhatikan perusahaan demi mengetahui jawabannya:

  1.   Mitigator pasif (passive mitigators)
  2.   Perusahaan siap-risiko (risk-ready companies)
  3.   Manajer aktif (active managers)
  4.   Entitas terpapar (exposed entities)

Mitigator pasif mendiversifikasi risiko, tetapi kurang memiliki geostrategi

Bagi mitigator pasif, diversifikasi memungkinkan mitigasi risiko. Model bisnis dari mitigator pasif cenderung menurunkan skor paparan risiko politik agregat dengan beroperasi di pasar campuran yang berisiko tinggi dan berisiko rendah.

Mitigator pasif harus meningkatkan tata kelola manajemen risiko politik dengan (1) memperkuat kemampuan mengidentifikasi risiko dan (2) mengintegrasikan risiko politik ke dalam sistem manajemen risiko perusahaan secara lebih luas. Manajemen risiko politik yang lebih aktif dapat memperluas opsi strategis yang dimiliki mitigator pasif secara global.

Perusahaan siap-risiko mengejar strategi global yang lebih berani

Perusahaan siap-risiko memiliki paparan risiko politik yang relatif rendah. tetapi menjadi pengelola yang paling aktif. Mereka melampaui kelompok lain dalam mengintegrasikan risiko politik ke dalam sistem manajemen risiko yang lebih luas.

Perusahaan-perusahaan ini harus mempertahankan keunggulan kompetitif mereka dalam manajemen risiko politik. Mereka dapat secara simultan menerapkan proses komunikasi dan kolaborasi manajemen risiko politik yang lebih baik di seluruh fungsi dan unit bisnis.

Manajer aktif memberi keseimbangan, tetapi riskan bersikap terlalu percaya diri

Manajer aktif mengatasi tingkat paparan risiko politik yang tinggi melalui manajemen yang aktif. Perusahaan-perusahaan ini cenderung kurang terglobalisasi, dengan sekitar separuh dari mereka beroperasi hanya di satu negara dan 64%-nya berkantor pusat di Asia-Pasifik. Banyak perusahaan dalam kelompok ini berasal dari sektor strategis, termasuk energi dan ilmu kehidupan.

Manajer aktif sebaiknya menyempurnakan pendekatan manajemen risiko politik dengan fokus pada jenis risiko utama yang mereka hadapi, terutama risiko regulasi.

Entitas terpapar dapat meningkatkan strategi dan manajemen risiko

Entitas terpapar memiliki ketidakcocokan paling bermasalah: tingkat paparan risiko politik yang tinggi dan manajemen risiko politik berkualitas rendah. Kelompok ini cenderung bersifat internasional, dengan 73% dari mereka memiliki jejak di 20 negara atau kurang.

Entitas yang terpapar sebaiknya mempersiapkan diri lebih baik menghadapi volatilitas geopolitik dengan memperbarui pendekatan terhadap manajemen risiko politik. Mereka sebaiknya berinvestasi dalam kemampuan secara menyeluruh, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi risiko, menilai dampak potensialnya, dan mengintegrasikan penilaian ini ke dalam pengambilan keputusan strategis.

Pergeseran strategi perlu diinformasikan melalui profil risiko politik perusahaan

Profil risiko politik sebuah perusahaan ditentukan oleh pilihan strategis yang diambil oleh eksekutif terkait model bisnis global perusahaan dan aktivitas manajemen risiko politik.

Tidak peduli profil risiko politik apa yang mereka miliki, perusahaan dapat memanfaatkan peluang strategis dengan merasionalkan profil risiko politik mereka. Di tengah prospek globalisasi yang tidak pasti, ada urgensi yang meningkat bagi perusahaan untuk menyelaraskan kemampuan risiko politik dengan tingkat paparan serta untuk menggabungkan penilaian ke dalam strategi korporat agar siap bertumbuh di masa depan.

Artikel ini telah diterbitkan oleh GARP pada 30 Juni 2023, dengan judul How to Improve Risk Oversight at Banks: A Three-Step Checklist. Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.